Selong (Suara NTB) – Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur (Lotim), Lalu Fathul Kasturi, menegaskan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi di Lotim saat ini sangat melimpah. Bahkan, ia menyebutkan bahwa kini kondisinya terbalik: pupuklah yang mencari petani, bukan petani yang mencari pupuk.
Pernyataan itu disampaikan Mamiq Kasturi, sapaan Kepala Dinas Pertanian Lotim menjawab Suara NTB via telepon, Rabu (29/7/2026) terkait dengan rencana pengawasan distribusi pupuk yang akan dilakukan jajarannya ke lapangan. Menurutnya, pengawasan ini bertujuan untuk memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran dan sesuai dengan alokasi yang ditetapkan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).
Luas tanam di Kabupaten Lotim saat tercatat susah mencapai 157.077,09 hektare. Jumlah kebutuhan pupuk berdasarkan e-RDKK untuk urea sebanyak 33.488 ton. NPK sebanyak 43.313 ton dan organik 21.627 ton. Alokasi tersedia 30.196 ton urea, 30.927 tim NPK dan 7.370 ton organik. Realisasi sampai dengan bulan Juli 2016 ini sudah 18?735,37 ton urea atau 62,05 persen. Sedangkan NPK terealisasi 12.369 ton atau 39,99 ton. Organik terealisasi 1.108,34 ton atau baru 15,04 persen.
Kasturi menjelaskan bahwa pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan menyeluruh. “Kita akan buat jadwal turun ke lapangan,” ujarnya. Pengawasan ini mencakup pengecekan jumlah pupuk, memastikan tepat sasaran, serta mengecek keabsahan izin para pengecer.
Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari tugas Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (Tim KP3). Tim ini tidak hanya bertugas memastikan ketersediaan pupuk, tetapi juga mengawasi agar distribusi berjalan dengan tepat harga, tepat mutu, tepat kualitas, tepat sasaran, dan tepat jenis.
“Termasuk menindaklanjuti laporan warga yang menjual pupuk mahal,” tegas Kasturi menanggapi adanya keluhan dari masyarakat di wilayah selatan Lotim.
Meskipun stok pupuk melimpah, data terbaru menunjukkan bahwa serapan pupuk di Lombok Timur baru mencapai sekitar 45 persen dari total alokasi yang tersedia. Dengan demikian, masih tersisa sekitar 55 persen stok pupuk yang siap disalurkan kepada petani.
Menurut Kasturi, kondisi ini justru menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk tidak menjadi masalah. “Tetap ada kondisi pupuk mencari petani,” ujarnya.
Untuk mendukung pernyataan tersebut, pihak Dinas Pertanian akan segera mengirimkan data lengkap mengenai stok dan serapan pupuk.
Dengan melimpahnya stok pupuk dan pengawasan yang ketat, Dinas Pertanian Lotim optimistis petani dapat menjalani masa tanam tanpa khawatir kekurangan pupuk. (rus)

