BerandaNTBKOTA MATARAMHidupkan Kembali Budaya Gotong Royong

Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong

ANGGOTA Komisi IV DPRD Kota Mataram, Ni Luh Arini, mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kota Mataram dalam menekan penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski hingga saat ini tercatat sebanyak 178 kasus DBD, berbagai upaya pencegahan yang dilakukan dinilai telah menunjukkan hasil yang positif dan perlu mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Arini, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan beserta jajarannya. Upaya-upaya yang dilakukan sudah sangat baik dalam menurunkan kasus DBD. Ini harus kita dukung bersama,” ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Rabu (5/8).

Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan faktor utama dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab penyebaran DBD. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kebersihan rumah maupun lingkungan sekitar.

Politisi PDI Perjuangan ini meminta Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Selain itu, kader posyandu dan aparat kewilayahan juga diharapkan aktif mengingatkan warga agar rutin membersihkan lingkungan.

“Dinas Kesehatan, puskesmas, dan seluruh jajaran di lingkungan masyarakat harus terus menghimbau warga agar benar-benar menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka kasus DBD,” katanya.

Arini menilai budaya gotong royong yang mulai memudar perlu dihidupkan kembali sebagai salah satu solusi menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Sangat perlu menghidupkan kembali budaya gotong royong demi menjaga kebersihan bersama. Ini bukan hanya untuk lingkungan yang bersih, tetapi juga untuk menjaga dan melindungi keluarga serta orang-orang di sekitar kita dari ancaman DBD,” ujarnya.

Menurut anggota dewan dari daerah pemilihan Cakranegara ini, kegiatan gotong royong di lingkungan permukiman sudah sangat jarang terlihat. Padahal, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara efektif membersihkan saluran air, memangkas semak, serta menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Untuk itu, Arini mendorong agar gerakan gotong royong diinisiasi secara bersama-sama oleh Dinas Kesehatan, puskesmas, kader posyandu, serta kepala lingkungan dengan turun langsung mengajak masyarakat berpartisipasi.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Dinas Kesehatan, puskesmas, kader posyandu, hingga kepala lingkungan perlu turun langsung mengajak masyarakat agar sadar pentingnya gotong royong demi menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kasus DBD di Kota Mataram dapat terus ditekan, sekaligus membangun kembali budaya hidup bersih dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (fit)

IKLAN

Artikulli paraprak
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO