BerandaKota MataramKenaikan Harga BBM Hambat Pengangkutan Sampah di TPST Sandubaya

Kenaikan Harga BBM Hambat Pengangkutan Sampah di TPST Sandubaya

Mataram (Suara NTB) – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram, kembali membengkak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat volume sampah yang mengendap di lokasi tersebut telah mencapai 3.000 ton. Kondisi ini dipicu melambatnya pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, akibat meningkatnya biaya operasional armada setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamina Dex yang digunakan armada pengangkut sampah, berdampak langsung terhadap penurunan jumlah ritase pengangkutan.

“Kenaikan BBM kemarin jadi kendala. Kenaikan Dex itu bertambah signifikan, sehingga jumlah ritase kita berkurang,” ujarnya, Selasa (5/8).

Ia menjelaskan, seluruh armada pengangkut sampah milik DLH menggunakan BBM jenis Pertamina Dex yang saat ini dijual seharga Rp21.150 per liter. Tingginya harga bahan bakar tersebut membuat biaya operasional meningkat sehingga frekuensi pengangkutan sampah ke TPA Kebon Kongok terpaksa dikurangi.

Berkurangnya jumlah ritase menyebabkan armada tidak lagi mampu mengangkut sampah ke TPA Kebon Kongok secara optimal. Akibatnya, sampah yang masuk setiap hari terus menumpuk di TPST Sandubaya.

Untuk mengantisipasi penumpukan yang semakin besar, DLH Kota Mataram mengambil langkah darurat dengan mengoptimalkan pengoperasian insinerator di TPST Sandubaya. Sampah yang tidak dapat segera diangkut ke TPA sementara waktu dimusnahkan menggunakan fasilitas tersebut.

“Jadi kita tidak bisa buang lagi ke TPA Kebon Kongok untuk sementara. Sampah yang ada di TPST Sandubaya kita bakar dulu menggunakan insinerator yang ada di sana,” ungkapnya.

Meski demikian, Nizar memastikan kondisi penumpukan sampah saat ini masih lebih terkendali dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurutnya, volume sampah yang mengendap di TPST Sandubaya mulai menunjukkan tren penurunan meskipun jumlahnya masih cukup besar.

Sebelumnya, DLH Kota Mataram memperkirakan anggaran bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia hanya mampu menopang operasional pengelolaan sampah hingga pertengahan November 2026. Di sisi lain, tingginya harga BBM jenis Pertamina Dex mulai memberikan tekanan terhadap biaya operasional pengangkutan sampah.

Untuk menjaga keberlangsungan layanan persampahan hingga akhir tahun, DLH mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp1,4 miliar melalui Perubahan APBD 2026.

Berdasarkan daftar harga BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 Agustus 2026, harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter. Pertamax Turbo juga turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter. Sementara itu, harga Dexlite tetap Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex bertahan di angka Rp21.150 per liter. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO