BerandaNTBLOMBOK BARATDampak Kekeringan, Pemdes Sekotong Tengah Salurkan Air Secara Mandiri ke Masyarakat

Dampak Kekeringan, Pemdes Sekotong Tengah Salurkan Air Secara Mandiri ke Masyarakat

Giri Menang (Suara NTB) – Kekeringan di wilayah Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) mengakibatkan tiga dusun mengalami krisis air. Terdapat 1.138 jiwa warga setempat yang terdampak. Untuk mengatasi krisis air warga, Pemdes setempat tidak bergantung dari bantuan dari Pemkab Lobar. Pihak desa melakukan penanganan secara mandiri dengan menyalurkan air kepada warga yang terdampak.

Kepala Desa Sekotong Tengah, M. Burham mengatakan, krisis air melanda tiga dusun sejak Agustus lalu. Tiga dusun ini masing-masing Dusun Tanjung Batu dengan jumlah jiwa 364 orang, Lendang Re sebanyak 267 jiwa, dan Aik Tangi 507 jiwa.

“Tiga dusun ini krisis air dampak karena kekeringan, sehingga kami prioritaskan kami untuk penanganan air bersih,” kata Burham, Rabu (9/9/2026).

Pihaknya pun telah melaporkan kondisi warga yang mengalami krisis air ini ke Pemkab. Namun penanganan untuk penyaluran atau droping air lamban karena alasannya kekurangan armada. Tak mau berpangku tangan menuggu bantuan Pemkab, Burham pun berinsiatif menangani secara mandiri. Pihaknya dibantu anggota DPRD NTB, Lalu Irwansyah Triadi dan Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi serta warga.

Pihaknya berupaya menyiapkan tandon air di tiap dusun untuk penampungan air. Warga bisa mengambil di tandon yang disiapkan tersebut. Namun, saat ini pihaknya membutuhkan tandon air untuk dipasang di beberapa daerah terdampak. “Dan Alhamdulillah kita juga disumbang satu buah tandon oleh Ketua Dewan,” ujarnya.

Selain tandon air, pihaknya juga dibantu pipa untuk mengalirkan dari tandon ke rumah warga di Dusun Tanjung Batu. Untuk pasokan air sendiri, pihaknya menyedot dari sumur milik salah seorang pengusaha di Dusun Telaga Lebur Desa. Air itu diisi ke tandon dan disalurkan ke masing-masing wilayah lain yang belum memiliki tandon.

“Kami minta air di sumur warga, kita biayai dari Pemdes,” ujarnya.

Melalui upaya mandiri, pihaknya masih bisa mengatasi kebutuhan air warga di tiga Dusun tersebut. Di samping prosesnya cepat dan tidak ribet, sehingga ketika warga membutuhkan bisa secepatnya dilayani.

Pendistribusian air dilakukan sesuai permintaan warga. Dalam sehari bahkan bisa dua kali pendistribusian air. “Kemarin hari Minggu dua kali (droping), siang sama malam,” ujarnya.

Dalam sekali pengirima menggunakan dua tandon besar dengan kapasitas masing-masing 2.500 liter. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO