Kota Bima (Suara NTB) – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bima, telah mencapai lebih dari 98 persen. Namun, tingkat keaktifan peserta baru 87 persen atau masih di bawah target pemerintah. Hal ini disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bima, I Gusti Ngurah Arie Mayanugraha.
Ia mengatakan peningkatan keaktifan peserta masih menjadi perhatian dalam pengelolaan JKN di Kota Bima. “Cakupan kepesertaan JKN di Kota Bima telah berada di atas 98 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 87 persen,” sebutnya.
Peserta yang sudah terdaftar diharapkan dapat mempertahankan status kepesertaannya agar tetap aktif. Ia menargetkan tingkat keaktifan peserta dapat meningkat hingga di atas 90 persen. Menurutnya, capaian tersebut penting untuk mendukung peningkatan status UHC Kota Bima.
“Harapannya peserta yang telah terdaftar dapat terus mempertahankan status kepesertaannya agar tetap aktif, dengan target keaktifan di atas 90 persen,” katanya.
Ia menyebutkan sejumlah faktor yang menyebabkan peserta JKN tidak aktif. Faktor tersebut antara lain peserta PBI Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan Kementerian Sosial, bayi baru lahir berusia lebih dari tiga bulan yang belum memiliki NIK, serta peserta mandiri yang menunggak iuran.
“Selain itu, ada pekerja swasta yang menunggak iuran atau sudah tidak bekerja, anak pekerja yang sudah berusia lebih dari 21 tahun atau 25 tahun, serta hasil validasi pemerintah daerah yang menemukan peserta sudah pindah domisili atau NIK-nya tidak valid,” jelasnya.
Sekda Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menyampaikan tingginya cakupan kepesertaan tidak cukup jika tidak dibarengi dengan keaktifan peserta. Pemerintah ingin memastikan masyarakat yang telah terdaftar dapat memanfaatkan layanan JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Cakupan kepesertaan yang tinggi harus dibarengi dengan tingkat keaktifan yang tinggi pula. Karena tujuan utama program ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan akses pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Untuk meningkatkan keaktifan tersebut, Pemkot Bima akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah bersama BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Integrasi data serta peningkatan kepatuhan peserta menjadi bagian dari upaya tersebut.
“Pemerintah Kota Bima akan terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan JKN. Kita berharap ke depan tingkat keaktifan peserta dapat meningkat di atas 90 persen dan Kota Bima dapat meraih capaian UHC yang lebih baik,” pungkasnya. (hir)



