BerandaNTBLOMBOK BARATKekeringan dan Kebakaran Meningkat, Warga di Kawasan Pariwisata Batulayar Berebut Air dengan...

Kekeringan dan Kebakaran Meningkat, Warga di Kawasan Pariwisata Batulayar Berebut Air dengan Damkar

Giri Menang (Suara NTB) – Dampak bencana kekeringan memicu sejumlah persoalan di daerah Batulayar, Lombok Barat. Selain krisis air bersih melanda ribuan penduduk, kekeringan juga memuicu kejadian kebakaran. Bahkan, akibat krisis air dan kebakaran ini, warga harus berebut air dengan tim Damkar yang harus melakukan penyelamatan kejadian kebakaran.


Camat Batulayar, H. M. Subayyin Fikri mengatakan, untuk penanganan jangka pendek pihaknya menyiapkan sumur bor di kantor kecamatan. Namun, kondisi sumur bor masih dangkal, sehingga ketika di saat bersamaan membutuhkan air menjadi kendala tidak bisa terpenuhi dari sumur bor tersebut.


Bahkan, pernah terjadi warga mengambil air bersamaan dengan tim Damkar yang juga membutuhkan air untuk penanganan kebakaran. “Warga ribut dengan Damkar. Karena waktu itu damkar mau ambil air di tandon kecamatan yang sangat terbatas, warga juga butuh ambil air,” kata dia, Kamis (10/9/2026).


Pihaknya sendiri tidak menyalahkan keduanya, karena kebutuhan bagi kedua-duanya dinilai sangat urgen. Damkar butuh air untuk penyelamatan, sedangkan warga juga membutuhkan air untuk kehidupan. Untuk mengantisipasi kejadian itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Damkar dan Bapperida. Pihaknya meminta agar dibangun sumur lagi di kantor camat khusus untuk Damkar. “Mudah-mudahan disetujui,” harapnya.


Pihaknya berharap agar bisa disetujui pada APBD perubahan ini untuk menangani kebakaran, karena kasus kebakaran di Batulayar nomor dua tertinggi di Lombok Barat. “Karena Batulayar nomor dua kejadian kebakaran (tertinggi), setelah Gerung,” ujarnya.


Terlebih dalam penanganan kebakaran terkendala pasokan air. Seperti halnya pada waktu penanganan kebakaran di Locco, untungnya tersedia sumur hotel sehingga bisa diambil dari sana. Namun, kata dia, tidak bisa terus menerus bergantung ke hotel. Karena itu pihaknya sangat membutuhkan air untuk penanganan kebakaran.


“Saya susah komunikasi juga dengan Bapperida agar diatensi untuk pengeboran di areal kantor camat. Kami sudah ada titiknya, itu menjadi solusi untuk pengambilan air Damkar dan bisa juga dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO