Mataram (Suara NTB) – Kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi terus mengalir dari berbagai pihak. Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) menyalurkan bantuan sebesar Rp318.739.000 untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT. Bantuan tersebut diserahkan kepada MIM Foundation pada Rabu (9/9/2026).
Dana bantuan nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat terdampak, di antaranya masjid, hunian sementara (huntara), serta toilet. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak setelah bencana.
Pengurus DPP HIMBARSI, Ivan Eroka Yuliadji, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar HIMBARSI terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa pemulihan.
“Kami keluarga besar HIMBARSI turut merasakan duka yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Aksi sosial ini bukan sekadar tentang menyalurkan bantuan fisik, melainkan pesan rasa empati dan persaudaraan,” ujar Ivan.
Menurutnya, bantuan yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan pascabencana.
“Kami berharap bantuan yang terkumpul ini dapat sedikit meredakan kesulitan dan memberikan ketenangan bagi para korban di masa pemulihan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua LAZ dan Badan Wakaf MIM Foundation, M. Romi Saefudin, menyampaikan apresiasi kepada HIMBARSI atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat NTT melalui MIM Foundation.
Menurut Romi, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Setelah masa tanggap darurat berlalu, masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk membangun kembali fasilitas yang menunjang kehidupan sehari-hari.
“Bantuan dari HIMBARSI ini sangat berarti karena diarahkan untuk kebutuhan pemulihan. Masjid, huntara, dan toilet bukan hanya bangunan fisik, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setelah mereka terdampak bencana,” kata Romi.
Ia menambahkan, MIM Foundation akan berupaya memastikan amanah bantuan tersebut disalurkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Insyaallah amanah ini akan kami jaga dan disalurkan sebaik mungkin. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus tumbuh, karena pemulihan pascabencana membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari banyak pihak,” ujarnya.
Gempa yang melanda wilayah NTT pada Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi masyarakat dan sejumlah fasilitas umum. Dalam kondisi tersebut, dukungan dari berbagai lembaga menjadi penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan awal para korban, tetapi juga membantu proses pemulihan dalam jangka lebih panjang.
Melalui bantuan ini, HIMBARSI dan MIM Foundation berharap masyarakat terdampak dapat memperoleh kembali fasilitas dasar yang dibutuhkan sekaligus memiliki ruang yang lebih layak untuk menjalani kehidupan dan aktivitas keagamaan di tengah proses pemulihan. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat bersama untuk menghadirkan kepedulian yang tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi berlanjut hingga masyarakat terdampak mampu bangkit dan menata kembali kehidupannya. (bul)



