BerandaEKONOMIKadisdag NTB: Pasokan Semen Mulai Normal, Produsen Disurati Tambah Kuota

Kadisdag NTB: Pasokan Semen Mulai Normal, Produsen Disurati Tambah Kuota

Mataram (Suara NTB) – Pasokan semen di Provinsi NTB mulai kembali normal. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB juga telah meminta produsen semen menambah pasokan ke daerah untuk memastikan kebutuhan pasar terpenuhi.


Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya telah menyurati produsen untuk meminta tambahan pasokan. Saat ini, pasokan disebut mulai kembali normal setelah sejumlah kendala produksi dan distribusi teratasi.
“Pasokannya sudah sesuai kuota. Kita sudah minta penambahan pasokan ke produsen,” kata Wiranata, Selasa, 6 Oktober 2026.


Ia menjelaskan, gangguan pasokan sebelumnya dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya penghentian sementara produksi pabrik akibat persoalan pasokan batu bara. Ditambah lagi, kerusakan peralatan pengemasan semen Bosowa di fasilitas pengemasan Lembar dan Pantai Induk Lombok Barat turut menghambat distribusi semen di NTB.


Perbaikan peralatan pengemasan menurut kepala dinas, mulai dilakukan sejak minggu lalu. Pengiriman semen melalui pelabuhan juga mendapat prioritas masuk pelabuhan dan bongkar untuk mempercepat pemulihan pasokan.
Disperindag NTB menurut Wiranata, telah melakukan pengecekan distribusi hingga tingkat distributor dan subdistributor. Pemeriksaan bahkan dilakukan dengan melihat kuitansi penjualan untuk memastikan harga semen dari rantai distribusi utama masih dalam kondisi normal.


“Distributor dan subdistributor sudah kita cek, bahkan kuitansi jual belinya juga kita lihat. Dan harganya normal,” ujarnya.


Meski pasokan mulai normal, persoalan harga di tingkat pengecer masih menjadi perhatian. Masyarakat di sejumlah wilayah masih mengeluhkan harga semen yang mencapai Rp100.000 per sak.


Wiranata mengatakan, Disperindag akan kembali turun melakukan uji petik di tingkat pengecer untuk mengetahui penyebab masih tingginya harga tersebut. Sebab, berdasarkan pengecekan di distributor dan subdistributor, tidak ditemukan kenaikan harga yang signifikan.


“Yang belum bisa kita pastikan itu di tingkat pengecer. Apakah karena kebutuhan tinggi atau factor lain, mereka menaikkan harga. Ini yang sedang kita telusuri. Dan tidak mudah mengendalikan pengecer yang jumlahnya tidak sedikit,” katanya.


Ia menegaskan, pengawasan di tingkat pengecer lebih sulit dilakukan karena jumlah pedagang yang sangat banyak. Namun Disperindag juga telah berkoordinasi dengan aparat untuk membantu pengawasan di lapangan.
Pengawasan lebih difokuskan pada jalur distribusi yang terdaftar dan berada dalam kendali pemerintah.


Jika ditemukan distributor atau subdistributor yang menaikkan harga secara tidak wajar, Disperindag dapat memberikan sanksi hingga memasukkan pelaku usaha tersebut dalam daftar hitam.


“Kalau kita temukan permainan di tingkat distributor yang menjadi kewenangan pengawasan kita, pasti kita akan berikan sanksi tegas. Nah yang pengecer ini masyarakat juga harus mendukung, karena persoalannya, walaupun mahal, tetap dibeli,” tambahnya.


Dengan berbagai upaya yang dilakukan. Diharapkan pasokan dan harga semen benar-benar normal kembali. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO