BerandaNTBKOTA MATARAMTPA Kebon Kongok Penuh, Mataram Dapat Kuota Satu Ritase

TPA Kebon Kongok Penuh, Mataram Dapat Kuota Satu Ritase

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengungkapkan pengangkutan sampah dari Kota Mataram menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Lombok Barat, kembali dibatasi. Kota Mataram saat ini hanya mendapat kuota satu ritase pengangkutan sampah per hari karena kondisi TPA tersebut dinilai sudah penuh.

Kebijakan yang diterapkan DLH Provinsi NTB membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram harus mencari langkah alternatif untuk menangani produksi sampah yang mencapai sekitar 325 ton per hari.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan pembatasan ritase tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan. Armada dump truck yang sebelumnya mendapat kuota hingga empat ritase kini hanya diperbolehkan mengangkut satu ritase sampah menuju TPA Regional Kebon Kongok setiap hari.

“Instruksi dari DLH Provinsi untuk membuang sampah hanya satu ritase per hari. Alasannya karena TPA Kebon Kongok saat ini sudah penuh,” ujarnya, Rabu (16/9).

Menurut Denny, pembangunan landfill ketiga di TPA Kebon Kongok juga belum dapat dieksekusi karena masih dalam proses di tingkat provinsi. Kondisi tersebut turut memengaruhi kapasitas pembuangan sampah dari Kota Mataram.

Pembatasan ritase membuat pengangkutan sampah ke TPA turun cukup drastis. Nizar merincikan, satu ritase hanya mampu mengangkut sekitar 64 hingga 70 ton sampah. Sementara itu, produksi sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 325 ton setiap hari.

Dengan kondisi tersebut, DLH Kota Mataram berupaya melobi DLH Provinsi NTB agar mendapat tambahan kuota, minimal dua ritase per hari. Jika hanya satu ritase, sebagian besar sampah yang tidak terangkut ke TPA terpaksa harus ditampung sementara di sejumlah tempat di dalam kota.

Pemkot Mataram kini mencari ruang penampungan sekaligus mengatur ulang pola pengangkutan agar keterbatasan kuota tersebut tidak berujung pada penumpukan sampah di kawasan permukiman.

Salah satu langkah yang ditempuh DLH Kota Mataram adalah mengaktifkan kembali TPS Bintaro lama di kawasan Ampenan sebagai lokasi penampungan sementara. Area tersebut kini telah dipasangi pagar keliling untuk mengurangi dampak visual sekaligus menjaga kenyamanan warga di sekitar lokasi.

“Satu-satunya opsi penampungan sementara saat ini hanya di Bintaro. TPS Bintaro kami perkirakan mampu menampung sampah untuk tiga sampai lima bulan ke depan,” kata Nizar.

Sementara itu, TPS Sandubaya tetap difungsikan untuk pengolahan sampah. DLH Kota Mataram belum menggunakan lokasi tersebut sebagai tempat penampungan karena masih dalam proses normalisasi.

Nizar memperkirakan pembatasan ritase dapat berlangsung hingga sekitar sembilan bulan apabila pembangunan landfill ketiga baru terealisasi pada pertengahan tahun depan.

Kondisi tersebut membuat Pemkot Mataram berharap Pemprov NTB segera mengambil langkah untuk menambah kapasitas pembuangan sekaligus memberikan tambahan kuota bagi sampah dari Kota Mataram. Hal ini dinilai penting karena produksi sampah terus bertambah setiap hari, sementara kapasitas pengangkutan menuju TPA justru berkurang.

“Minimal dua ritase per hari, sehingga pengangkutan bisa lebih maksimal dan penumpukan tidak semakin besar,” harap Nizar. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO