BerandaNTBLOMBOK BARATTak Kunjung Diangkut, Gunungan Sampah Pasar Gunungsari Terbakar

Tak Kunjung Diangkut, Gunungan Sampah Pasar Gunungsari Terbakar

Giri Menang (Suara NTB) – Gunungan sampah di Pasar Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) mengalami kebakaran beberapa hari lalu. Kejadian itu berlangsung pada Rabu (16/9/2026) malam hari sekitar pukul 11.00 saat tidak ada aktivitas di pasar tersebut. Api dipadamkan oleh tim Damkarmat UPT Batulayar dan dibantu Markas besar (Mabes) Damkarmat.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, apakah sengaja dibakar atau tidak. Kepala Damkarmat Lobar H. Suherman mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa sampah dipasar itu terbakar sehingga direspon cepat dengan menerjunkan tim dan armada.

Untungnya kebakaran tak meluas sehingga dengan cepat dipadamkan oleh tim Damkarmat.Pemadaman dilakukan menggunakan satu tengki air. “Bisa dipadamkan dengan satu tangki air,” kata dia, Jumat (18/9/2026).

Diakuinya, tumpukan sampah itu memang terjadi sejak lama. Pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Pasar dan OPD terkait agar sampah itu segera diangkut agar tidak terulang lagi kejadian serupa. “Kami sudah koordinasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Gunungsari, Zulkifli, mengungkap keterbatasan armada pengangkutan sebagai salah satu penyebab utama persoalan sampah.
Saat ini, Kecamatan Gunungsari hanya memiliki satu lokasi penampungan sampah yang berada di Pasar Gunungsari. Lokasi itu menampung sampah dari aktivitas pasar dan warga dari berbagai desa.

Zulkifli menyebut, 16 desa di Kecamatan Gunungsari hanya mengandalkan lokasi penampungan di Pasar Gunungsari ini.
“Yang pertama kita di Gunung Sari ini saja hanya punya satu TPS yaitu di Pasar Gunung Sari,” kata Zulkifli. Ia menyebut, kondisi itu menimbulkan persoalan baru karena volume sampah terus bertambah.

Menurutnya, lokasi itu juga menerima sampah dari warga luar kecamatan. “Semua desa bahkan kecamatan lain buang ke sini, tidak ada pilihan lain,” ujarnya.

Zulkifli memperkirakan jumlah warga yang bergantung pada satu lokasi tersebut mencapai lebih dari 10 ribu orang. Padahal, sampah yang masuk tidak hanya berasal dari pasar. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO