Senin, Maret 9, 2026

BerandaASTRA HONDA#Cari_Aman dalam Memilih Menu Makan Saat Sahur/Berbuka agar Fokus dan Keselamatan Berkendara

#Cari_Aman dalam Memilih Menu Makan Saat Sahur/Berbuka agar Fokus dan Keselamatan Berkendara

Mataram (suarantb.com) – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan membutuhkan kondisi fisik yang prima, terlebih bagi masyarakat yang tetap beraktivitas dan berkendara setiap hari. Pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka menjadi faktor penting untuk menjaga stamina dan konsentrasi di jalan.

Perubahan jam makan dapat memengaruhi kadar gula darah dan energi tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan bergizi, pengendara berisiko mengalami lemas, mengantuk, hingga menurunnya fokus saat berkendara.

Safety Riding Instructor dari Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menekankan pentingnya memilih sumber makanan bergizi saat sahur agar energi bertahan lebih lama.

“Sahur sebaiknya mengandung gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, mineral, serta cukup cairan. Dengan asupan yang tepat, tubuh lebih stabil dan fokus saat berkendara,” jelasnya.

Sumber Makanan Bergizi yang Dianjurkan Saat Sahur:

•             Karbohidrat kompleks: nasi merah, oatmeal, roti gandum, kentang rebus.

•             Protein berkualitas: telur, ayam tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan.

•             Serat dan vitamin: sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, serta buah seperti pisang, apel, dan kurma.

•             Lemak sehat: alpukat dan kacang-kacangan dalam porsi cukup.

•             Air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa.

Makanan yang Tidak Disarankan Saat Sahur dan Dampaknya:

•             Makanan tinggi gula sederhana (kue manis, sirup berlebihan).

Dampak: menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun (sugar crash), tubuh menjadi cepat lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat berkendara.

•             Makanan terlalu berminyak atau gorengan berlebihan.

Dampak: memicu rasa kantuk, lambung terasa tidak nyaman, dan menurunkan kewaspadaan di jalan.

•             Makanan terlalu asin atau tinggi natrium (makanan instan, ikan asin).

Dampak: meningkatkan rasa haus berlebihan, mempercepat dehidrasi, serta berpotensi menyebabkan sakit kepala dan menurunnya fokus.

•             Minuman berkafein berlebihan (kopi, minuman energi).

Dampak: memicu dehidrasi, gangguan kualitas tidur, jantung berdebar, dan menurunkan kestabilan konsentrasi saat berkendara.

Menurut Satria, dehidrasi ringan dan penurunan gula darah secara drastis dapat memperlambat refleks pengendara, meningkatkan risiko salah mengambil keputusan, serta memperbesar potensi kecelakaan, khususnya saat kondisi lalu lintas padat menjelang berbuka puasa.

“Keselamatan berkendara dimulai dari tubuh yang sehat. Jangan memaksakan diri jika merasa pusing, lemas, atau mengantuk. Lebih baik beristirahat sejenak daripada mengambil risiko di jalan,” tambahnya.

Melalui edukasi ini, Astra Motor NTB mengajak masyarakat NTB untuk menjaga pola makan sehat selama Ramadan demi mendukung keselamatan berkendara. Dengan tubuh yang bugar dan konsentrasi terjaga, pengendara dapat tetap menerapkan prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO