Jumat, April 17, 2026

BerandaHEADLINEMasih Terkendala Anggaran

Masih Terkendala Anggaran

 

UPAYA meningkatkan (upgrading) status bengkel konversi di NTB yang masih grade B ke A tersendat. Bengkel yang ditujukan mengkonversi kendaraan konvensional ke listrik itu terkendala anggaran yang minim.


Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB, I Putu Gede Aryadi mengatakan, telah berupaya mendorong bengkel konversi di NTB untuk naik level. Namun, peningkatan grade bengkel membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.


“Grade-nya setiap kita ini butuh dana lumayan besar. Kita ngirim umpamanya hasil produk kita itu ke Jakarta 15 unit gitu kira-kira, itu kan butuh biaya,” ujarnya, belum lama ini.


Ia menjelaskan, saat ini bengkel konversi grade A hanya ada enam di Indonesia. Sementara bengkel konversi di NTB saat ini masih didominasi grade B dan hanya dimiliki oleh sejumlah SMK.
“Nah, kalau di sini kita bisa mengejar itu ini tergantung juga komitmen dari semua pihak. Brida tidak bisa jalan sendiri, ini kaitannya dengan PLN, kaitannya dengan Perhubungan, kaitannya dengan kementerian-kementerian lain,” jelas Aryadi.


Meski masih banyak kendala, Aryadi menuturkan, pihaknya terus mendorong agar bengkel konversi di NTB ini agar bisa meng-upgrade diri ke grade A.


“Mungkin nanti BRIN kita minta juga bagaimana kita bisa mendorong peningkatan grade bengkelnya SMK. Sehingga SDM kita yang sudah ada, yang sudah punya kemampuan, tapi secara apa namanya fasilitas untuk grade ini kan penting. Itu yang kita dorong,” pungkasnya.
Sementara itu, peningkatan grade ini dinilai penting sebab berkaitan erat dengan kapasitas dan kualitas bengkel.


Sebagai gambaran, bengkel konversi ber-grade B hanya dapat mengubah kendaraan konvensional ke listrik tanpa bisa menerbitkan lisensi atau legalitas kendaraan. Sementara grade A, selain bisa mengkonversi juga bisa menerbitkan lisensi.


“Meski kita bisa melakukan konversi, tapi lisensinya yang kita kurang. Secara teknis kita mampu, tapi itu harus ngujinya ke Jakarta kan, jadinya mahal. Oleh karena itu, kalau kita sudah punya SDM, punya kemampuan skill untuk itu, ya kita ikuti dengan proses administrasi perizinannya,” ungkapnya. (sib)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO