Rabu, April 29, 2026

BerandaHEADLINESinkronisasi Desa Berdaya, Museum NTB Ajak Desa Barabali Bentuk Museum Desa

Sinkronisasi Desa Berdaya, Museum NTB Ajak Desa Barabali Bentuk Museum Desa

Mataram (Suara NTB) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan sosialisasi perawatan benda-benda peninggalan sejarah dan budaya di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (29/4/26).

Sosialisasi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis Pemerintah Provinsi NTB, yakni Desa Berdaya, yang menyasar puluhan desa sebagai lokus penguatan budaya dan sosial masyarakat.

“Kegiatan ini untuk menyesuaikan apa yang menjadi perintah Mamiq Gubernur, bahwa ada 40 desa yang terpilih untuk kita sinkronkan program,” tutur Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam.
Diketahui, Program Desa Berdaya merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi NTB yang bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem sekaligus mendorong kemandirian masyarakat desa.

Program ini mencakup 20 tema pengembangan, di antaranya desa wisata, ketahanan pangan, hingga desa sehat. Desa Barabali menjadi salah satu dari 40 desa yang terpilih dalam program tersebut.

Dengan begitu Nuralam mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan ini untuk berbagi informasi terkait dengan perawatan sekaligus juga ingin mengajak masyarakat kabupaten Lombok Tengah khususnya Desa Barabali untuk menjaga, merawat, dan melestarikan benda-benda pusaka warisan leluhur.

Menurutnya, pelestarian benda-benda pusaka tidak hanya berhenti pada aspek kultural saja, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal masyarakat desa.

“Kami ada program kotaku museumku, kampungku museumku, kita mendorong agar di desa ini ada semacam museum desa yang bisa kita menyimpan artefak, pusaka, yang ada di masyarakat. Karena dengan adanya museum desa, maka kita memiliki wisata alternatif berbasis kebudayaan,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa museum desa ini tidak hanya sebagai tempat penyimpanan saja, tetapi dapat menjadi basis destinasi budaya yang menggambarkan identitas, interaksi dan edukasi, serta penggerak ekonomi lokal.

Menurutnya, artefak dan benda pusaka yang terawat di Museum Desa dapat dikemas menjadi narasi wisata sejarah, yang kemudian mendorong hadirnya aktivitas ekonomi turunan seperti jasa pemandu wisata, penjualan kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga produk kreatif berbasis budaya.

“Jadi kalau ini dikelola berupa museum desa, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga bisa mendapatkan manfaat ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Barabali, Salbi mengatakan bahwa Desa Barabali memiliki luas wilayah 116. 952 hektare yang terdiri dari 23 dusun, 115 RT dengan jumlah penduduk 15. 519 jiwa yang terbagi menjadi 529 KK, dan masyarakat miskin ekstrem berjumlah 250 KK.

Dengan adanya sosialisasi seperti ini, menurutnya dapat membantu masyarakat untuk berdaya dan mandiri dalam mengelola tidak hanya satu aspek, tetapi berbagai aspek di antaranya aspek kebudayaan.

Hal senada juga disampaikan Camat Batukliang, Lombok Tengah Lalu Sudirman, bahwa pihaknya sudah mengetahui desa berdaya dan menyampaikan terima kasih atas sosialisasi yang dilakukan oleh Museum Negeri NTB, karena menurutnya di masyarakat masih banyak benda dan artefak yang perlu dilestarikan. (ham)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO