Tanjung (Suara NTB) – Bangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sedang dalam tahap pengerjaan. Kendati tahap konstruksi sudah berjalan, tetapi Dikbudpora KLU selaku OPD teknis pelaksana kegiatan belajar mengajar di SR, belum menerima arahan pusat.
Kepala Dikbudpora KLU, H. M. Najib, M.Pd., kepada wartawan Senin (18/5/2026), mengungkapkan hingga saat ini, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat, baik Kemensos maupun Kemendikdasmen terkait teknis pelaksanaan Sekolah Rakyat di Lombok Utara.
Dikbudpora masih belum mengetahui sistem dan mekanisme pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat, baik menyangkut rekrutmen siswa, rekrutmen guru, maupun pelaksanaan belajar mengajarnya.
“Sampai saat ini belum ada pemberitahuan atau koordinasi yang jelas ke kami, untuk pengangkatan guru dan siswa,” ujar Najib.
Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat dibangun dari anggaran yang melekat di Kemensos. Kendati demikian, pelaksanaan pendidikan tetap berada di bawah koordinasi Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah melalui Dikbudpora KLU.
Sarana dan prasarana Sekolah Rakyat di Lombok Utara sendiri dibangun dengan daya tampung mencapai 1.000 orang siswa, baik tingkat SD, SMP dan SMA. Bahkan, informasi menyebutkan fasilitas Sekolah Rakyat di Lombok Utara disiapkan untuk mengakomodir siswa dari Kabupaten lain di NTB.
Najib menyatakan, fasilitas pada gedung Sekolah Rakyat di KLU berbeda dengan daerah. Di beberapa daerah, program Sekolah Rakyat berjalan dengan menggunakan bangunan yang dipinjam dari pemerintah daerah setempat. Sementara Sekolah Rakyat di Lombok Utara, disiapkan dengan daya tampung yang dipersiapkan untuk mengakomodir siswa Sekolah Rakyat dari beberapa kabupaten di NTB.
Pihaknya juga mendapat informasi bahwa tidak hanya siswa, tetapi tenaga guru dari beberapa kabupaten juga akan dipindahkan ke Lombok Utara. Artinya, secara umum pelaksanaan Sekolah Rakyat memerlukan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan tersendiri lintas kementerian.
“Karena kapasitasnya untuk NTB, ya itu nanti mereka akan ditarik ke sini. Mereka akan disatukan di KLU,” imbuhnya. (ari)

