BerandaPENDIDIKANDisdikpora Kebut Pemerataan SMK di NTB

Disdikpora Kebut Pemerataan SMK di NTB

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB terus mempercepat upaya pemerataan kualitas pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui skema golden ticket (tiket emas) dan silver ticket (tiket silver). Tujuannya, untuk memastikan kualitas SMK di NTB tumbuh merata dan setara.

Istilah golden ticket dan silver ticket sendiri merujuk pada skema pendistribusian kepala sekolah yang dinilai berprestasi ke sekolah yang kualitasnya masih belum berkembang. Melalui strategi ini, kepala sekolah dan guru pendamping yang ditugaskan diharapkan mampu membawa sekolah bertumbuh lebih baik.

Kabid Pembinaan SMK dan Pendidikan Khusus (SMK-PK), Disdikpora NTB, Hasbi mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap pembentukan tim. Tim tersebut nantinya akan bertugas untuk mengkaji, merencanakan, dan memetakan rencana kebijakan golden dan silver ticket.

“Kemarin perintahnya Pak Gubernur seperti itu (pemerataan SMK). Cuma kita dalam proses tahap pembentukan tim dulu,” ujarnya, Jumat (22/5).

Pembentukan tim ini dinilai penting, sebab pelaksanaan skema golden ticket dan silver ticket itu terbilang tidak mudah. Apalagi skema tersebut mengharuskan kepala sekolah yang ditugaskan harus berpindah tempat mengajar. Selain itu, kebijakan ini menurut Hasbi, juga membutuhkan anggaran.

Selain memastikan kepsek dan guru yang akan ditugaskan, Disdikpora juga tengah memetakan sekolah mana saja yang akan menjadi percontohan. “Ini sedang kami pemetaan sekolah mana yang harus dituju, kemudian kepala sekolah mana yang akan ditugaskan.

Sebagai ganjaran, Kepsek dan guru yang berhasil memajukan sekolah akan mendapat apresiasi dalam bentuk tunjangan. Terkait tunjangan ini pun, masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

“Yang jelas ini arahannya beliau (Gubernur) harus ada perbedaan dari kepala-kepala sekolah yang lain dibandingkan sekolah kepala sekolah yang kita tunjuk ini. Nanti ada reward-nya lah yang diberikan oleh provinsi. Termasuk yang guru-guru pendampingnya,” kata Hasbi.

Melalui skema penugasan Kepsek dan guru berprestasi ke sekolah yang kualitasnya dinilai masih rendah diharapkan menjadi untuk memastikan kualitas layanan pendidikan SMK di NTB merata. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi ajang Kepsek dan guru yang ditugaskan membuktikan kualitas dan kemampuan mereka.

“Jadi kualitas tadi kepala sekolah dan manajemen di sekolah yang bagus itu kita usahakan di sekolah yang terluar. Supaya memberikan dampak juga pada sekolah ini tentang kemajuan  administrasi dan manajemennya,” tuturnya.

Penugasan itu pun tak akan berlangsung lama. Hasbi menyebut, masa tugas para Kepsek dan guru itu nantinya hanya akan berlangsung selama dua sampai tiga tahun. “Kemudian sebetulnya tidak terlalu lama-lama juga. Artinya mungkin dua sampai tiga tahun kita beri kesempatan ada supaya ada perubahan itu dan kemudian dilanjutkan oleh kepala sekolah yang lain,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO