BerandaPENDIDIKANMahasiswa FK Unizar Raih Gold Medal Idea Festival 5 Berkat Inovasi Gummy...

Mahasiswa FK Unizar Raih Gold Medal Idea Festival 5 Berkat Inovasi Gummy Pegagan untuk Dukung Generasi Emas 2045

Mataram (Suara NTB) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (Unizar). Tim mahasiswa FK Unizar berhasil meraih Gold Medal atau medali emas pada ajang Idea Festival 5 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation dan Bogor Science Club (BSC) IPB di Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University pada 6–7 Juni 2026.

Prestasi tersebut diraih oleh Tim Kelompok 1 kategori Pangan yang terdiri dari I Made Putra Biantara, I Gusti Ayu Kadek Arisarasmitha, Nurul Amiliana Putri, dan Rahmi Kurniasih. Dalam kompetisi tersebut, mereka mendapatkan bimbingan dari dr. Halia Wanadiatri, M.Si.

Dalam kompetisi yang mempertemukan berbagai inovator muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, tim FK Unizar tampil memukau melalui inovasi bertajuk “Fresh inside, glowing outside”, sebuah produk gummy dan serum berbasis Centella asiatica atau daun pegagan.

Mengangkat Potensi Tanaman Lokal Menjadi Inovasi Modern

Salah satu anggota tim, I Gusti Ayu Kadek Arisarasmitha, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari keinginan untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami memanfaatkan tanaman lokal yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya pegagan, untuk diolah menjadi produk yang lebih modern dan menarik. Inovasi yang kami kembangkan berupa gummy dan serum berbahan dasar Centella asiatica,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pegagan lebih dikenal sebagai bahan jamu atau obat herbal tradisional. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan tanaman tersebut memiliki manfaat yang jauh lebih luas, mulai dari kesehatan kulit hingga peningkatan fungsi kognitif.

Melalui inovasi tersebut, tim tidak hanya berfokus pada aspek kecantikan dan kesehatan kulit, tetapi juga berupaya menghadirkan produk yang mampu mendukung perkembangan daya ingat, kemampuan berpikir, serta fungsi otak generasi muda.

Sementara itu, I Made Putra Biantara menambahkan, inovasi tersebut membawa semangat besar yang dituangkan dalam slogan “Satu Gummy, Satu Langkah untuk Indonesia Emas 2045.”

“Slogan ini menggambarkan harapan kami agar inovasi yang kami kembangkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” katanya.

Berawal dari Potensi Pegagan di Lombok

Ide inovasi tersebut bermula dari hasil observasi yang dilakukan tim terhadap berbagai tanaman herbal yang tumbuh di Lombok. Mereka menemukan bahwa pegagan cukup mudah dijumpai di lingkungan masyarakat, namun penggunaannya masih sangat terbatas.

Di sisi lain, generasi muda saat ini cenderung kurang tertarik mengonsumsi produk herbal dalam bentuk tradisional. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mencari pendekatan baru yang lebih relevan dengan gaya hidup anak muda.

“Kami berpikir bagaimana cara menghadirkan manfaat pegagan dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah diterima oleh Generasi Z. Dari sana muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi gummy,” jelas Arisarasmitha.

Rahmi Kurniasih menambahkan, proses pembuatannya dilakukan dengan mengekstraksi senyawa aktif pegagan yang kemudian dikombinasikan dengan bahan tambahan seperti gelatin hingga menghasilkan produk gummy yang praktis dan disukai berbagai kalangan.

Dalam proses pengembangannya, tim melakukan studi literatur secara mendalam untuk memastikan manfaat ilmiah dari Centella asiatica. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan kesehatan kulit, tetapi juga dapat mendukung fungsi kognitif, daya ingat, dan kemampuan belajar.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan konsep produk yang mereka usung dalam kompetisi.

Nurul Amiliana Putri menjelaskan bahwa setelah ide dirumuskan, tim secara intensif berdiskusi dengan dosen pembimbing untuk menyempurnakan konsep inovasi yang diajukan.

“Setelah proposal selesai disusun, kami mengikuti seleksi dan berhasil lolos sebagai finalis. Pada tahap final, kami mempresentasikan inovasi tersebut di hadapan dewan juri dan mendapatkan respons yang sangat positif,” ungkapnya.

Menurut Nurul, salah satu juri bahkan menyampaikan bahwa inovasi yang ditawarkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut karena mampu menggabungkan aspek kesehatan, pangan fungsional, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Berpotensi Mendukung Program Peningkatan Gizi dan Kesehatan Anak

Keunggulan utama inovasi ini terletak pada pemanfaatan bahan baku lokal yang melimpah, mudah diperoleh, serta memiliki nilai kesehatan yang tinggi.

Sebelum mengembangkan produk tersebut, tim melakukan analisis SWOT untuk mengidentifikasi berbagai kekuatan, peluang, kelemahan, dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasinya.

I Made Putra Biantara menjelaskan bahwa inovasi gummy pegagan memiliki peluang untuk mendukung berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak.

“Produk ini tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif anak-anak. Karena itu, kami melihat peluang besar agar inovasi ini dapat diterapkan secara nyata di masyarakat,” jelasnya.

Meski telah berhasil meraih Gold Medal, tim mahasiswa FK Unizar mengaku belum ingin berhenti pada tahap kompetisi semata. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi tersebut agar memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat dan dapat dimanfaatkan secara luas.

“Kami berharap inovasi ini dapat dilanjutkan menjadi penelitian yang lebih mendalam sehingga manfaat dan efektivitasnya dapat dibuktikan secara ilmiah,” ujar Rahmi Kurniasih.

Ke depan, tim juga berharap produk gummy berbasis pegagan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai yang dapat mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas generasi muda Indonesia.

Prestasi yang diraih pada Idea Festival 5 menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Unizar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Dengan memanfaatkan kekayaan hayati lokal melalui pendekatan ilmiah dan inovatif, mahasiswa FK Unizar menunjukkan bahwa solusi masa depan dapat lahir dari potensi yang selama ini tumbuh di sekitar masyarakat. (ron/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO