BerandaNTBLOMBOK BARATPicu Lakalantas, Tumpukan Sampah di TPS Pasar Gerung Diangkut Tim DLH dan...

Picu Lakalantas, Tumpukan Sampah di TPS Pasar Gerung Diangkut Tim DLH dan Disdag Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah di TPS Pasar Gerung Lombok Barat (Lobar) yang diduga memicu kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) hingga merenggut korban jiwa warga Reyan, Kelurahan Gerung Selatan ditindaklanjuti cepat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar. Pihak Pemkab melalui Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perdagangan (Disdag), pada Selasa (16/6/2026).

Tumpukan sampah dibersihkan dengan menerjunkan tim kebersihan dan 11 armada. Pantauan media di lapangan, petugas DLH bersama Disdag, pengelola Pasar dan Kelurahan turun ke lokasi sekitar pukul 09.00 pagi. Tampak, Kepala Disdag Lobar, H. Adnan bersama Kepala DLH diwakili Kabid PSL dan B3 DLH Lobar, Selamet Riady, turun langsung memantau jalannya proses pengangkutan sampah.

Sampah yang meluber di pintu masuk TPS Pasar Gerung didorong ke bagian dalam untuk memudahkan petugas mengangkat ke truk.

Sebanyak 10 petugas kebersihan dan 10 armada beserta satu alat berat loader dikerahkan mengangkut sampah tersebut. Truk-truk yang sudah terisi penuh sampah diangkut ke TPA Kebon Kongok secara bergiliran. Kepala Disdag Lobar H. M. Adnan menyampaikan pihaknya bekerjasama dengan DLH mengangkut sampah di TPS pasar Gerung.

“Alhamdulillah berkat koordinasi dan kolaborasi kami dengan LH, dan Kelurahan sampah di Pasar Gerung ini dapat teratasi dengan maksimal,” katanya.

Pihaknya berharap kedepan setelah sampah di TPS ini bersih, tidak lagi terjadi penumpukan dengan membatasi sampah masyarakat dibuang ke TPS, tetapi difokuskan untuk sampah pasar.

Di tempat yang sama, Kabid PSL dan B3 DLH, Selamet Riady mengatakan, menindaklanjuti keluhan warga pihaknya bersama Disdag dan kelurahan turun membersihkan sampah di TPS pasar tersebut.

“Kami turun melakukan pengangkutan sampah sekitar 30 rit, ini tertangani dengan baik sehingga hari ini sampah ini bersih,” katanya.

Penanganan Sampah Pasar Gerung Berkolaborasi dengan Berbagai Pihak

Penanganan ini dilakukan secara maksimal berkolaborasi dengan semua pihak, di tengah keterbatasan anggaran dan armada dalam pengangkutan sampah. Sementara sampah pasar yang ditangani di seluruh wilayah Lobar, tidak di Pasar Gerung saja.

Sampah pasar-pasar ini diangkut secara berkala. Kalau terjadi penumpukan, pengangkutan dilakukan secara gotong royong dengan Disdag dan pihak lainnya. Mengantisipasi terjadi penumpukan sampah di TPS pasar, pihaknya bersama pengelola pasar akan melakukan penanganan khusus dengan menyiapkan petugas jaga. Selain itu, perlu dibuat semacam portal pembatas agar warga tidak membuang sampah sembarang di luar TPS.

“Kami imbau dan mengajak segenap masyarakat terutama yang ada di wilayah Gerung ini, membuang sampah di tempat (TPS) yang telah disediakan,” pungkasnya.

Selain itu untuk jangka panjang, pihaknya berupaya memaksimalkan TPS3R dan bank sampah yang ada. Di tempat yang sama, Kepala Pasar Gerung, Ginti Dwi Sasmito menyampaikan terima kasih kepada tim DLH yang gerak cepat turun mengangkut sampah di TPS pasar Gerung ini.

“Ini kerja nyata dari tim DLH dan Disdag serta kelurahan,” katanya.

Pihaknya sendiri telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi penumpukan sampah di TPS pasar itu. Pihaknya mulai besok akan membuat pembatas atau portal di areal tersebut, sehingga warga membuang sampah langsung ke TPS. Pihaknya juga akan mencoba menjadikan areal bagian pinggir lokasi TPS itu sebagai lapak pedagang yang nantinya akan direlokasi untuk persiapan pembangunan pasar tersebut.

“Itu solusi supaya warga yang ingin membuang sampah langsung ke TPS, karena TPS ini kondisinya kosong sebab warga membuang sampah di luar,” katanya.

Disebutkan, sampah ini kebanyakan berasal dari sampah masyarakat, baik lingkungan, perumahan maupun dari luar wilayah Gerung Selatan. Sedangkan sampah pasar sendiri hanya 12 arko sehari. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO