BerandaNTBKOTA MATARAMKelurahan Pagutan Barat Tekan Kasus DBD

Kelurahan Pagutan Barat Tekan Kasus DBD

PEMERINTAH Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut melibatkan seluruh unsur kelurahan, puskesmas, kepala lingkungan, hingga partisipasi aktif warga.

Langkah antisipatif ini dilakukan seiring memasuki musim kemarau yang disertai anomali cuaca. Kondisi tersebut dinilai masih berpotensi menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, terutama pada wadah-wadah yang tidak terpakai maupun rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.

Lurah Pagutan Barat, Irawan Kusumahadi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Puskesmas Karang Pule, kepala lingkungan, serta ketua RT untuk mengantisipasi potensi munculnya sarang nyamuk, khususnya di rumah-rumah yang sudah lama tidak dihuni.

“Upaya pencegahan DBD kami fokuskan pada seluruh wadah yang berpotensi menimbulkan genangan air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk,” ujarnya, Jumat (3/7).

Selain itu, pihak kelurahan melalui kader kesehatan juga terus mengingatkan masyarakat agar segera menghilangkan genangan air setelah turun hujan. Edukasi mengenai pencegahan DBD secara mandiri juga rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi di tingkat lingkungan.

Menurut Irawan, kasus DBD di wilayah Pagutan Barat pada 2025 tergolong cukup tinggi. Berdasarkan wilayah kerja Puskesmas Karang Pule, Kelurahan Pagutan Barat menempati urutan kedua dengan jumlah kasus terbanyak.

Meski demikian, ia tidak merinci jumlah kasus pada tahun tersebut karena data resmi berada di Puskesmas Karang Pule. Sementara itu, pada 2026 tercatat sekitar dua kasus DBD yang terjadi pada awal tahun di Lingkungan Asak.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, seluruh kepala lingkungan diminta aktif menggerakkan kegiatan kebersihan lingkungan bersama warga. Imbauan kepada masyarakat juga disampaikan secara rutin melalui pengeras suara masjid agar warga terus menerapkan PSN dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

Irawan berharap keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dapat menjadi benteng utama dalam mencegah munculnya kasus DBD. Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga pada kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO