Mataram (Suara NTB) – Ribuan orang ambil bagian, memeriahkan RIMO RUN yang digelar Bank NTB Syariah dalam rangka memperingati HUT ke-62 tahun 2026. Kegiatan lari santai sejauh 6,2 kilometer ini diselenggarakan, Sabtu, 4 Juli 2026 di Kota Mataram, dengan melibatkan masyarakat, nasabah, komunitas lari, serta jajaran pemerintah daerah.
RIMO RUN dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Muhamad Iqbal bersama istri, Sinta Agatia. Turut hadir Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin, Komisaris Utama Lalu Anis Mujahid Akbar, jajaran direksi, komisaris, Dewan Pengawas Syariah yang mendampingi Gubernur NTB, serta para pemangku kepentingan dan stakeholders lainnya.

Ribuan peserta RIMO RUN Bank NTB Syariah
RIMO RUN tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga bagian dari strategi Bank NTB Syariah untuk terus memperkenalkan aplikasi mobile banking Rinjani Mobile (RIMO) kepada masyarakat. Aplikasi ini merupakan penyempurnaan layanan digital Bank NTB Syariah yang telah dikembangkan sejak 2011 untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi perbankan secara digital.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rute yang melintasi sejumlah jalan utama Kota Mataram. Selain berolahraga, peserta berkesempatan memperoleh berbagai hadiah undian, mulai dari sepeda motor, televisi, lemari es, hingga hadiah menarik lainnya.

Gubernur NTB, Direksi dan Komisaris Bank NTB Syariah ikut serta memeriahkan RIMO RUN Bank NTB Syariah
Pada momentum HUT ke-62 ini, Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin menyampaikan apresiasi atas dukung semua pihak, kepada Pemegang Saham, kepada Masyarakat, dan seluruhnya yang menjadi bagian dari ekosistem Bank NTB Syariah.
Nazar menyampaikan, tema peringatan tahun ini, “We Are Ready for a Long Journey”, mencerminkan kesiapan Bank NTB Syariah melanjutkan transformasi setelah lebih dari enam dekade melayani masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, usia 62 tahun menjadi simbol kematangan sekaligus komitmen bank untuk terus berkembang sebagai lembaga keuangan syariah yang modern, terpercaya, dan berkelanjutan.
“Perjalanan panjang ini bukan hanya tentang pencapaian masa lalu, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan masa depan melalui transformasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hiburan menghadirkan Amtenar
Ia mengakui, sepanjang 2025 Bank NTB Syariah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tekanan biaya dana (cost of fund), kualitas pembiayaan produktif, hingga gangguan layanan akibat insiden siber. Namun, seluruh tantangan tersebut dijadikan pelajaran untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta kualitas layanan kepada masyarakat.
Sejak 2025 hingga pertengahan 2026, Bank NTB Syariah mempercepat berbagai program transformasi. Di antaranya melalui digitalisasi pasar tradisional lewat program Pojok NTBS, penyaluran kembali Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nasional sebesar Rp40 miliar, penguatan layanan bagi pelaku UMKM dan pekerja migran Indonesia, serta perluasan ekosistem pembayaran digital di sektor pariwisata.
Transformasi juga dilakukan di internal perusahaan melalui penguatan tata kelola, efisiensi operasional, peningkatan keamanan siber, serta penyempurnaan struktur organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Hingga April 2026, Bank NTB Syariah berhasil menekan sejumlah biaya operasional secara signifikan, memperbaiki kualitas pembiayaan produktif, serta menurunkan rasio cost of fund menjadi 3,57 persen.

Penyerahan simbolis undian hadiah utama RIMO RUN Bank NTB Syariah kepada yang beruntung
Berdasarkan hasil penilaian mandiri yang telah direviu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk posisi Desember 2025, Bank NTB Syariah memperoleh predikat Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Komposit 2 atau berstatus sehat.
Selain memperkuat transformasi digital dan kinerja keuangan, manajemen juga menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah melalui berbagai program, seperti Duty Officer, Mystery Shopper, Customer Feedback, hingga pengawasan layanan secara berkala.
Di sisi lain, direksi menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap fraud. Sepanjang 2025 hingga 2026, puluhan sanksi dijatuhkan kepada pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun penyimpangan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

Mereka yang beruntung mendapatkan hadiah di RIMO RUN Bank NTB Syariah
Nazaruddin menegaskan, dengan fondasi yang semakin kuat, Bank NTB Syariah optimistis mampu melanjutkan perjalanan transformasi untuk memberikan layanan yang lebih baik sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan keuangan syariah di Nusa Tenggara Barat.
“Predikat sehat yang telah diraih menjadi modal penting bagi Bank NTB Syariah untuk terus tumbuh, memperkuat inovasi digital, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat NTB,” tandasnya. (bul/*)

