BerandaNTBLOMBOK TIMURAntisipasi Ancaman El Nino, Bupati Minta PDAM Lotim Perluas Jaringan Air Bersih

Antisipasi Ancaman El Nino, Bupati Minta PDAM Lotim Perluas Jaringan Air Bersih

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur memperluas jaringan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Pertanggungjawaban Direksi PDAM Lotim, Rabu (8/6/2026).

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa H. Iron mengapresiasi capaian kinerja direksi dan seluruh jajaran PDAM. Menurutnya, perusahaan daerah itu kini telah menunjukkan perkembangan positif dan berhasil keluar dari kondisi merugi.

“Alhamdulillah sekarang sudah tidak merugi. Ini menunjukkan kerja keras direksi dan seluruh jajaran PDAM membuahkan hasil,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dengan segera melaporkan apabila terjadi kebocoran pipa agar pelayanan air bersih selama 24 jam tetap terjaga.

Menghadapi potensi perubahan cuaca pada Agustus hingga Oktober, Bupati meminta PDAM menyusun langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman kekeringan.

“PDAM harus memiliki langkah antisipasi dan mitigasi terhadap ancaman musibah kekeringan. Mudah-mudahan prediksi El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang tidak terjadi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur siap mendukung pemanfaatan sumber mata air milik masyarakat yang secara elevasi dan lokasi memungkinkan untuk melayani kawasan permukiman di bawahnya.

“Kalau ada sumber mata air milik masyarakat yang sesuai lokasinya dan dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat di bawahnya, pemerintah siap mendukung,” tegasnya.

Bupati Lotim Minta Buka Peluang Kerja Sama

Selain itu, H. Iron juga mendorong PDAM membuka peluang kerja sama dengan investor guna mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih. Menurutnya, kebutuhan layanan air bersih di Lombok Timur masih sangat besar, seiring meningkatnya investasi di sektor hotel, restoran, maupun usaha lainnya.

Ia menilai jumlah masyarakat yang telah menikmati layanan PDAM masih relatif kecil dibandingkan potensi kebutuhan yang ada. Karena itu, perluasan jaringan harus menjadi fokus utama.

Bupati juga meminta PDAM segera melengkapi persyaratan terkait perubahan status perusahaan, sekaligus mengkaji tarif air minum dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan membandingkannya dengan kabupaten lain.

“Kebijakan tarif boleh dilakukan, tetapi tetap menggunakan perbandingan dengan kabupaten lain. Intinya bagaimana semua masyarakat bisa mendapatkan akses air bersih dengan mudah,” ujarnya.

Rapat tersebut juga membahas optimalisasi kinerja seluruh kepala cabang agar target pelayanan tercapai, serta penguatan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pembangunan jaringan perpipaan.

PDAM Lotim Sebut Kinerja Terus Mengalami Peningkatan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Lombok Timur (Lotim), Sopyan Hakim, melaporkan, kinerja perusahaan terus mengalami peningkatan. Berdasarkan audit keuangan Juni 2026, PDAM Lombok Timur memperoleh opini wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan. Sementara hasil penilaian BPKP Perwakilan NTB terhadap kinerja tahun 2025 menempatkan PDAM Lotim dalam kategori sehat.

Jumlah pelanggan juga terus bertambah. Hingga 2026 tercatat sebanyak 41.389 pelanggan, atau bertambah 5.059 sambungan rumah dibandingkan sebelumnya.

Sopyan mengklaim PDAM Lombok Timur kini menjadi PDAM terbaik kedua di Nusa Tenggara Barat setelah PDAM Giri Menang.

Dari sisi keuangan, pendapatan penjualan air meningkat dari Rp19,4 miliar pada 2023, menjadi Rp21 miliar pada 2024, dan Rp22,7 miliar pada 2025. Jika ditambah pendapatan nonair, total pendapatan PDAM pada 2025 mencapai Rp25,3 miliar, dengan laba bersih sebesar Rp3,63 miliar dan arus kas investasi mencapai Rp5,95 miliar.

Dalam kesempatan itu, Sofian juga mengusulkan penghapusan piutang tak tertagih sebesar Rp5,47 miliar secara bertahap melalui mekanisme yang berlaku. Sementara piutang yang masih berpotensi tertagih tercatat sebesar Rp6,19 miliar.

Menurutnya, PDAM merupakan badan usaha milik daerah yang memiliki fungsi pelayanan publik. Karena itu, membutuhkan kondisi keuangan yang sehat agar dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap dukungan Bupati dan DPRD agar PDAM Lombok Timur terus berkembang dan mampu memberikan layanan air bersih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur,” demikian ungkapnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO