BerandaNTBLOMBOK UTARAVarietas Padi Hitam dan Padi Merah Diuji Coba di KLU

Varietas Padi Hitam dan Padi Merah Diuji Coba di KLU

Tanjung (Suara NTB) – Petani dan peternak yang bernaung di bawah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lombok Utara (KLU), mulai mencoba membudidayakan varietas padi hitam dan padi merah. HKTI KLU yang berada di bawah komando Wakil Ketua DPRD KLU (Fraksi Gerindra) Hakamah, bahkan menargetkan hasil produksi petani diserap oleh SPPG/MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Hakamah, pada Rabu (8/7/2026) mengungkapkan, HKTI Lombok Utara untuk periode kepengurusan lima tahun mendatang, akan dilantik bulan ini di Lombok Timur. Pelantikan serentak se-Indonesia ini, akan dihadiri Wakil Menteri dan pimpinan HKTI pusat.

Kendati HKTI Lombok Utara belum definitif secara kelembagaan, namun pihaknya sudah menyusun berbagai agenda dan program kerja yang mendukung ketahanan pangan nasional. Diantaranya, penanaman padi merah dan padi hitam dengan sistem tadah hujan.

Komoditas padi hitam dan padi merah dipilih karena jenis ini tergolong varietas unggul yang kaya akan nutrisi. Padi merah efektif untuk program diet dikarenakan kandungan seratnya yang tinggi dan memberi rasa kenyang lebih lama. Sementara itu, padi hitam, memiliki keunggulan berkat kandungan antioksidan antosianin yang tinggi. Padi hitam juga memiliki indeks glikemik yang rendah menjadikannya pilihan konsumsi yang sangat baik bagi penderita diabetes.

“Kami di HKTI sudah mulai turun untuk uji coba menanam padi hitam dan padi merah dengan sistem tajuk. Cara ini persis seperti budidaya padi Gogo di area perbukitan yang dilakukan orang tua kita di masa lampau,” ungkap Hakamah.

Ia menjelaskan, sistem tajuk dipilih karena budi daya padi merah dan padi hitam ini akan memanfaatkan lahan kering atau lahan perbukitan yang dulunya tidak produktif. Budidaya dilakukan pada areal tadah hujan, maupun areal produktif yang memiliki daya dukung jaringan irigasi.

Hakamah menargetkan, hasil produksi padi merah dan padi hitam HKTI diserap oleh dapur-dapur MBG maupun KDMP di Lombok Utara. Varietas padi jenis ini diyakininya memberi opsi bagi pengelola dapur untuk menyediakan makanan program MBG yang lebih variatif, sehat dan terjamin kualitasnya.

“Target kita produk petani peternak akan masuk ke KDMP dan dapur MBG. Ini sudah kita rencanakan dan akan kita komunikasikan pemasarannya ke banyak dapur,” ujarnya.

Hakamah melanjutkan, produksi padi merah dan padi hitam saat ini masih belum signifikan. Pihaknya masih pada tahap ujicoba.

Kendati demikian, di beberapa areal lahan yang ada di kecamatan Pemenang, padi merah dan padi hitam bisa tumbuh subur dan produktif.

“Di beberapa area di wilayah Dasan Dangar, Desa Rempek, padi jenis ini akan kita tanam elua 1,5 hektare. Penanamannya masih menunggu musim hujan sekitar bulan Desember nanti,” imbuh Hakamah. (ari)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO