Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah warga Lombok Barat melakukan aksi menyembelih ayam di depan kantor Bupati Lombok Barat sebagai bentuk dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus dugaan korupsi Bupati non aktif Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini atau LAZ. Aksi spontan itu dilakukan bersamaan dengan penggeledahan yang dilakukan KPK di kantor Bupati Lombok Barat, Kamis, 23 Juli 2026.
Aksi warga asal Batulayar, Lombok Barat, Junaidi alias Juna dan Munawar warga Kuripan itu mengundang perhatian awak media yang sedang meliput penggeledahan ruang kerja Bupati, ruangan PBJ, dan ruang kerja Sekda oleh tim KPK.
Warga itu menggunakan pengeras suara menyampaikan orasinya di dapan kantor Bupati Lombok Barat. Mereka juga membawa ayam untuk disembelih di depan gedung Pemkab tersebut.
Dalam orasinya, Juna mengatakan bahwa ia datang jauh-jauh dari Kecamatan Batulayar, daerah yang berada di bagian ujung utara Lombok Barat hanya untuk menyampaikan terima kasih dan dukungan kepada KPK memberantas korupsi di Pemkab Lombok Barat.
“Hari ini kami datang dari wilayah Batulayar, untuk memotong seekor ayam sebagai simbolis (dukungan) musnahnya (ditangkap) para koruptor di Kabupaten Lombok Barat,” kata Juna.
Warga Berharap KPK Miskinkan Koruptor di Lombok Barat
Ia berharap kepada KPK menangkap semua oknum koruptor yang terlibat dalam kasus ini. Bahkan ia meminta KPK untuk memiskinkan para oknum koruptor. “Jangan kasih ampun, bila perlu miskinkan para maling (koruptor) di Lombok Barat,” tegasnya.
Juna juga menyampaikan aksi ini bukan bentuk rasa benci. Namun, sebagai wujud kebanggaan kepada KPK yang telah menangkap para koruptor di Pemkab Lobar. Selepas orasi, mereka memotong atau menyembelih ayam di depan Kantor Bupati Lombok Barat. “Bismillah kami sembelih ayah mendukung KPK mengusut kasus korupsi di Pemkab Lobar,” katanya.
Dalam keterangannya, Juna bersama Munawar menyampaikan bahwa aksi itu sekaligus menuntut agar para oknum koruptor yang ditangkap KPK dimiskinkan. Meskipun pernah sebagai Ring 1 Tim yang mendukung LAZ pada Pilkada 2024 lalu, Juna mengaku sangat kecewa atas tindakan LAZ. “Intinya kami minta agar KPK memiskinkan para koruptor ini,” pungkasnya. (her)

