PEMERINTAH Kecamatan Cakranegara mencatat pembangunan 659 titik “Tempah Dedoro” di 10 kelurahan. Jumlah tersebut masih berada di bawah target sebanyak 730 titik. Keterbatasan lahan di sejumlah kawasan permukiman padat menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis rumah tangga tersebut.
Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soeratie, mengatakan hambatan yang dihadapi bukan karena minimnya dukungan masyarakat, melainkan terbatasnya ruang di sejumlah kawasan padat penduduk, seperti Karang Tapen, Karang Jangkong, dan Karang Kemong.
“Kendalanya murni lahan. Jangankan membuat Tempah Dedoro, parkir motor saja kadang susah,” ujarnya, Rabu (5/8).
Menurut Irfan, kuota pembangunan yang tidak dapat direalisasikan di lingkungan yang lahannya terbatas kemudian dialihkan ke wilayah lain yang masih memiliki ruang untuk pembangunan Tempah Dedoro.
Sebagai solusi, Pemerintah Kecamatan Cakranegara juga memanfaatkan lahan bersama milik warga. Pekarangan yang digunakan oleh dua hingga empat kepala keluarga (KK) dapat dijadikan lokasi pembangunan Tempah Dedoro apabila masih tersedia ruang yang memadai.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 659 titik Tempah Dedoro telah selesai dibangun melalui anggaran yang disalurkan pemerintah kepada masing-masing lingkungan.
Sementara itu, sosialisasi dan pendataan masih terus dilakukan untuk mengejar target yang telah ditetapkan. Rata-rata setiap lingkungan memperoleh alokasi 10 titik. Sebagai contoh, Kelurahan Cilinaya yang memiliki 10 lingkungan ditargetkan membangun sekitar 100 titik Tempah Dedoro.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, pihak kecamatan juga mendorong pemilik rumah kos dan hotel untuk membangun Tempah Dedoro secara mandiri sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah di lingkungan usahanya.
“Kami dorong pemilik kos dan hotel menyediakan fasilitas pengelolaan sampah mandiri,” katanya.
Dengan dukungan masyarakat dan pelaku usaha, Pemerintah Kecamatan Cakranegara optimistis target pembangunan 730 titik Tempah Dedoro dapat segera terealisasi. Meski keterbatasan lahan masih menjadi tantangan, berbagai alternatif terus diupayakan agar program pengelolaan sampah berbasis lingkungan tersebut dapat berjalan optimal di seluruh wilayah kecamatan. (pan)

