BerandaPENDIDIKANKemdiktisaintek dan Unram Dukung Pengembangan Gerabah Banyumulek melalui Pengabdian PM-UPUD 2026

Kemdiktisaintek dan Unram Dukung Pengembangan Gerabah Banyumulek melalui Pengabdian PM-UPUD 2026

- Advertisement -


Giri Menang (Suarantb.com) — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Universitas Mataram (Unram) terus mendorong penguatan potensi produk unggulan daerah melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) tahun 2026. Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah pengembangan industri gerabah di sentra kerajinan Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.


Program PM-UPUD ini dilaksanakan selama periode Juni hingga Desember 2026 dengan melibatkan kelompok pengrajin gerabah UMKM Patuh Pacu, yang diketuai oleh Sahibudin. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas mitra dalam mengembangkan produk gerabah yang memiliki nilai ekonomi, daya saing, serta tetap mempertahankan karakter dan kekhasan kerajinan lokal Banyumulek.

Foto: Pameran Gerabah UMKM Patuh Pacu dalam Rangka : Rapat Kerja dan Munaslub APPSI yang diselenggarakan pada 15–17 Juli 2026 di Hotel Aruna Lombok


Tim pelaksana PM-UPUD terdiri atas Dr. Saprini Hamdiani selaku ketua, bersama anggota Dr. Siti Raudhatul Kamali, Prof. Dr. Saprizal Hadisaputra, dan Dr. Ivon Arisanti. Tim dari Universitas Mataram memberikan pendampingan secara terpadu dengan mengintegrasikan aspek teknologi, peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas usaha, serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pengrajin.


Banyumulek selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penting kerajinan gerabah di Lombok. Produk gerabah yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Lombok. Karena itu, pengembangan UMKM gerabah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Melalui program PM-UPUD 2026, pengrajin didorong untuk tidak hanya mempertahankan teknik produksi tradisional, tetapi juga meningkatkan kualitas, efisiensi, desain, dan nilai tambah produk. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal, nasional maupun pasar pariwisata.


Ketua tim PM-UPUD, Dr. Saprini Hamdiani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani potensi besar kerajinan gerabah Banyumulek dengan kebutuhan pengembangan usaha modern.


“Gerabah Banyumulek memiliki potensi yang sangat besar sebagai produk unggulan daerah. Melalui PM-UPUD, kami ingin membantu mitra meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama gerabah Banyumulek,” ujarnya.


Pengembangan program juga tidak dilakukan oleh perguruan tinggi secara sendiri. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian, Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Barat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM menjadi bagian penting untuk menciptakan ekosistem pengembangan usaha yang berkelanjutan.


Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program, khususnya dalam aspek pembinaan UMKM, pengembangan industri kreatif, akses pasar, serta penguatan kelembagaan usaha.


Sementara itu, keterlibatan langsung UMKM Patuh Pacu sebagai mitra menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengrajin. Ketua UMKM Patuh Pacu, Sahibudin, menyambut baik program tersebut dan berharap pendampingan dari Universitas Mataram dapat memberikan manfaat nyata bagi para pengrajin.


Program PM-UPUD 2026 di Banyumulek diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan selama periode program berlangsung. Lebih jauh, kegiatan ini ditargetkan mampu membangun kemandirian mitra sehingga UMKM dapat terus melakukan inovasi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.


Sinergi antara Kemdiktisaintek, Universitas Mataram, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan UMKM Patuh Pacu menjadi langkah strategis dalam mengembangkan gerabah Banyumulek sebagai produk unggulan daerah yang memiliki daya saing, sekaligus menjaga warisan budaya lokal Lombok.


Dengan dukungan inovasi, teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan akses pasar yang lebih luas, gerabah Banyumulek diharapkan semakin mampu menembus pasar yang lebih besar serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan penguatan identitas budaya daerah. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO