Selong (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali mendapat perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan komoditas bawang putih. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Hj. Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian, Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, serta jajaran terkait dijadwalkan menghadiri panen raya bawang putih sekaligus ground breaking pembangunan gudang penyangga bawang putih di Kecamatan Sembalun, pada Rabu (19/8).
Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi kepada media di Selong, Selasa (18/8/2026) mengatakan panen raya tersebut direncanakan berlangsung di Desa Sembalun Bumbung dengan lokasi sekitar 5 hektare.
Menurutnya, pemerintah daerah menyambut baik keterlibatan institusi kepolisian dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya bawang putih.
Koordinasi dengan jajaran kepolisian, mulai dari Polres hingga Polda NTB, terus dilakukan untuk memastikan persiapan kedatangan Kapolri dan rombongan.
Selain panen raya, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan ground breaking pembangunan gudang penyangga bawang putih. Sejumlah fasilitas pendukung pertanian juga akan disiapkan, termasuk sarana teknologi pertanian yang disebut telah dipersiapkan di lokasi.
Fathul menjelaskan, Lombok Timur saat ini memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penjaga benih bawang putih nasional bersama Kabupaten Temanggung. Posisi tersebut membuat Sembalun tidak hanya diarahkan sebagai sentra produksi konsumsi, tetapi juga sebagai salah satu sumber benih bawang putih untuk daerah lain di Indonesia.
Pada periode pertama tahun ini, luas tanam bawang putih di Lombok Timur mencapai sekitar 147 hektare. Sementara secara keseluruhan, luas tanam yang menjadi target pengembangan mencapai sekitar 447 hektare.
Dari luasan tersebut, produksi diproyeksikan rata-rata empat ton per hektare. Dengan asumsi tersebut, hasil panen dari 447 hektare berpotensi mencapai sekitar 1.788 ton. Sebagian hasil produksi akan diseleksi dan dipersiapkan sebagai benih, sementara sisanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.
“Kalau kita prediksi tidak muluk-muluk empat ton per hektare, dari 447 hektare kita bisa mendapatkan sekitar 1.800 ton. Sebagian sudah melalui sortasi untuk dijadikan benih, sedangkan sisanya untuk konsumsi,” jelasnya.
Fathul menyebut kebutuhan benih nasional juga menjadi perhatian pemerintah. Untuk mendukung target penanaman bawang putih seluas 5.000 hektare di 17 provinsi, Lombok Timur diminta ikut menyiapkan kebutuhan benih. Dari total kebutuhan sekitar 1.250 ton benih, kebutuhan daerah akan diperhitungkan terlebih dahulu, sedangkan sisanya akan didistribusikan ke wilayah lain.
Pembangunan gudang penyangga di Sembalun diharapkan dapat menjawab salah satu persoalan utama petani, yakni keterbatasan tempat penyimpanan. Keberadaan gudang dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus memastikan benih tidak keluar dari daerah tanpa pengelolaan yang sesuai.
Meski demikian, Fathul mengatakan tata kelola gudang, termasuk pihak yang akan bertanggung jawab serta kapasitas tampungnya, masih menunggu kepastian lebih lanjut setelah pembangunan dilakukan.
Selain persoalan penyimpanan, pengembangan bawang putih di Lombok Timur juga masih menghadapi kendala investasi dan permodalan. Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan dukungan investor serta modal yang memadai agar hasil panen dapat disimpan dan dikelola hingga memiliki nilai tambah. (rus)


