BerandaNTBDOMPUPengembangan Peternakan Berkelanjutan, Pemkab Dompu Raih Program Hibah GEF-8

Pengembangan Peternakan Berkelanjutan, Pemkab Dompu Raih Program Hibah GEF-8

- Advertisement -

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia yang mendapat program hibah Global Environment Facility (GEF)-8 Food Systems Integrated Program (FSIP) Livestock yang dilaksanakan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) dan pemerintah pusat.

Program tersebut juga menyasar Kabupaten Paser di Kalimantan Timur, Lampung Tengah dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung, serta Kabupaten Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, SP., mengatakan program tersebut akan difokuskan pada pengembangan sistem peternakan yang terintegrasi, berkelanjutan, ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak. “Program ini fokus pada pemuliaan ternak, budidaya ternak, kesehatan ternak, agribisnis hingga distribusi,” kata Ilham.

Menurutnya, pelaksanaan program di Kabupaten Dompu dijadwalkan mulai September 2026 dan berlangsung hingga 2031. Pada tahun pertama, kegiatan akan lebih banyak diarahkan pada penguatan kapasitas dan pemberdayaan sumber daya manusia.

“Awal September 2026 ini akan dimulai pelaksanaan program hingga tahun 2031 mendatang. Tahun pertama akan difokuskan pada pemberdayaan SDM, kemudian tahun kedua dan ketiga lebih banyak pada pengembangan peternakannya,” jelasnya.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi sistem pangan,agar lebih berkelanjutan, tangguh terhadap perubahan iklim, inklusif, serta rendah polusi. Pendekatan FSIP mendorong perubahan dari sistem peternakan konvensional yang terfragmentasi menuju sistem peternakan terintegrasi yang memperhatikan produksi, rantai nilai, lingkungan dan tata kelola.

Secara nasional, proyek GEF-8 FSIP-Livestock Indonesia mendapat dukungan hibah sekitar Rp237,2 miliar untuk periode 2026–2031. Program ini mencakup pengembangan praktik peternakan terpadu pada kawasan sekitar 275.000 hektare di Lampung, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur.

Program tersebut juga menargetkan peningkatan kesejahteraan sekitar 50.000 keluarga petani serta penurunan dan penyerapan emisi lebih dari 10,8 juta ton CO₂-ekuivalen.

Dijelaskan, program ini juga mendorong penguatan rantai nilai dan akses pasar, peningkatan kapasitas peternak, inovasi, akses pembiayaan, serta keterlibatan pelaku usaha. Kelompok peternak kecil, perempuan dan kelompok rentan juga menjadi bagian dari sasaran agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan peternakan diharapkan dapat membentuk ekosistem usaha peternakan yang lebih kuat dari hulu hingga hilir sekaligus meningkatkan pendapatan dan ketahanan ekonomi peternak di daerah. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO