Dompu (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu, terus mencari berbagai sumber dukungan untuk memenuhi kebutuhan alat berat di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Lune, Kecamatan Pajo. Ketersediaan alat berat dinilai penting untuk mengoptimalkan pengelolaan TPA menuju sistem sanitary landfill/controlled landfill.
Kepala DLH Kabupaten Dompu, Muhammad Syaukani, ST., kepada Suara NTB, Kamis (20/8) mengatakan proposal pengadaan alat berat telah disampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi baik formal maupun nonformal dengan kepala daerah, Ketua DPRD, Komisi III, Ketua TAPD, Bappeda dan BPKAD Dompu.
“Ini berbagai upaya yang kami lakukan untuk mendapatkan alat berat, karena kebutuhannya sangat mendesak untuk operasional TPA Lune,” ujarnya.
Syaukani mengatakan, proposal yang disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hingga kini belum mendapat tindak lanjut. Pasalnya, pemerintah pusat saat ini lebih fokus pada pembangunan TPST dan TPS3R. Meski demikian, pihaknya tetap mengawal usulan tersebut dengan menyampaikan proposal yang sama kepada anggota DPR RI Dapil NTB, H. Mori Hanafi.
“Kami juga menyampaikan proposal kepada Pak Mori Hanafi,agar dapat disampaikan melalui komisinya saat rapat dengan Kementerian PU,” jelasnya.
Syaukani menyebut, program pengadaan alat berat saat ini belum teralokasi. Namun, terdapat peluang dukungan pembiayaan sewa alat berat melalui anggaran kementerian.
Ia berharap usulan pembiayaan sewa tersebut dapat direalisasikan paling lambat akhir tahun ini. “TPA Lune menjadi salah satu lokasi yang kami usulkan untuk mendapatkan pembiayaan sewa alat berat tersebut. Kami sudah mengirimkan rate harga sewa beserta spesifikasi alat sesuai permintaan Bapedal LH,” katanya.
Selain alat berat, DLH juga mengusulkan anggaran penyusunan Dokumen Jakstrada dan RIPS sebagai acuan pengelolaan sampah daerah. Dokumen tersebut diharapkan dapat memperkuat peluang untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah, termasuk TPST dan TPS3R.
Sebelumnya, Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., menyebut Kabupaten Dompu berada dalam kondisi darurat sampah. Produksi sampah lebih dari 181 ton per hari, sementara kemampuan penanganan baru sekitar 50 ton per hari.
Bupati juga mengakui pengelolaan sampah di Dompu masih menghadapi keterbatasan armada dan fasilitas TPA. Dari sembilan armada pengangkut sampah yang dimiliki daerah, hanya empat unit yang masih beroperasi optimal.
Dengan luas TPA Lune sekitar 4,5 hektare, Bupati mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sampah rumah tangga. Langkah tersebut penting agar sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu sehingga umur layanan TPA dapat diperpanjang. (ula)


