Praya (Suara NTB) – Tim dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) direncanakan akan datang ke Pertamina Mandalika International Circuit pecan ini. Agenda utamanya melakukan homologasi, guna melihat kesiapan sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah gelaran MotoGP seri Indonesia 2024. Terutama dari aspek kesiapan lintasan balapnya.
“Diperkirakan, FIM akan melakukan homologasi minggu depan. Antara hari Rabu, 11 September 2024 atau hari Kamis, 12 September 2024,” sebut Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangannya, Sabtu, 7 September 2024.
Saat homologasi nantina, tim FIM akan melakukan pemeriksaan terhadap semua sisi lintasan sirkuit Mandalika. Pemerintah sendiri dilakukan dari kondisi permukaan sirkuit dan run off hingga ke hal-hal yang terkecil. Jika dari hasil homologasi ada yang tidak sesuai dengan standar yang ada bisa mengancam peluang sirkuit Mandalika menggelar balap MotoGP yang direncanakan pada 27-29 September 2024 mendatang.
Dalam hal ini FIM sangat ketat. Jika ada ditemukan permukaan lintasan yang licin, baik itu karena ada pasir hingga bekas ceceran oli dan sebagainya sirkuit Mandalika bisa dinyatakan tidak lolos homolagasi. Dan, pihak Dorna selaku penyelenggaran MotoGP bisa menolak penyelenggaraan MotoGP di sirkuit Mandalika.
Untuk itulah sejak Rabu, 4 September 2024 pihaknya sudah mulai melakukan pembersihan lintasan sirkuit Mandalika secara menyeluruh. Kendati pembersihan lintasan sirkuit sebelum-sebelumnya tetap dilakukan secara berkala. Terutama setelah ada event yang diselenggarakan di sirkuit Mandalika.
Di mana dalam proses pembersihan lintasan sirkuit Mandalika, MGPA menerjunkan tiga unit kendaraan pembersih lintasan sirkuit atau road sweeper. Dengan dua kendaraan diantaranya didatangkan langsung dari Surabaya. Sedangkan satu kendaraan lainya merupakan kendaraan hasil modifikasian dari MGPA.
“Ketiga kendaraan road sweeper ini memilki fungsi yang berbeda-beda. Kendaraan pertama ber fungsi untuk menyemprotkan dan menyikat lintasan. Kendaraan kedua berfungsi untuk menyikat dan menyedot kotoran yang berhasil disikat oleh kendaraan pertama,” terangnya.
Adapun kendaraan ketiga memiliki lubang air bertekanan tinggi yang berfungsi untuk menyemprotkan air untuk mengangkat sisa-sisa kotoran yang lolos dari mobil pertama dan kedua. “Upaya pembersihan secara menyuluh ini salah satu syarat agar sirkuit Mandalika bisa lolos homologasi oleh FIM. Sehingga memenuhi syarat untuk menyelenggaraan event MotoGP 2024 yang ditentukan oleh Dorna,” tandas Priandhi. (kir)

