Jumat, April 24, 2026

BerandaADVERTORIALPerkuat Literasi Statistik, Pemkab Loteng dan BPS Kolaborasi Bentuk Desa Cantik

Perkuat Literasi Statistik, Pemkab Loteng dan BPS Kolaborasi Bentuk Desa Cantik

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) bersama Badan Pusat Statistisk (BPS) mencanangkan pembentukan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) di dua desa dan satu kelurahan. Masing-masing di Desa Montong Terep dan Desa Mertak Tombok serta Kelurahan Praya.

Pencanangan dilakukan Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., bertempat di Aula Kantor Desa Mertak Tombok, Kamis (23/4/2026). Dihadiri langsung Kepala BPS Provinsi NTB, Kepala BPS Loteng, para pejabat lingkup Pemkab Loteng, unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.

Proram Desa/Kelurahan Cantik sendiri sebagai wujud sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Loteng dengan BPS dalam upaya mendukung pembangunan yang berbasis data. Di mana nantinya, BPS selaku mitra akan melakukan pendamping kepada desa sasaran terkait penguatan literasi dan pengolahan data. Sehingga desa atau kelurahan memiliki kemampuan mengolah data yang memadai.

Desa Cantik untuk Pembangunan yang Lebih Terarah

Dikatakannya, program Desa/Kelurahan Cantik menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan pembangunan desa yang lebih terarah, efektif dan berkelanjutan. Melalui penguatan data yang valid dan terintegrasi. Dengan cara mendorong penguatan literasi statistik dan pengolahan data ditingkat desa. 

“Kenapa ini penting, karena penguatan literasi statistik dan pengelolaan data yang baik menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” sebut Wabup Loteng H. M. Nursiah.

Dalam hal ini, program difokuskan di desa atau kelurahan. Pasalnya, desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sekaligus sumber utama data sektoral yang diperlukan pemerintah daerah dalam menyusun program dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Pencanangan pembentukan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) oleh Pemkab Lombok Tengah berkolaborasi dengan BPS. (Suara NTB/ist)

“Pembangunan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat dan berkualitas dimulai dari tingkat desa. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan itu semua bukan perkara mudah. Apalagi kalau bicara pengelolaan dan pengolahan data di tataran desa. Banyak tantangan dan hambatan yang harus dijawab. Mulai dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM)-nya hingga belum optimalnya standar data yang dimiliki.

“Jadi program Desa/Kelurahan Cantik diharapkan bisa menjawab persoalan-persoalan ditingkat desa. Khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengolahan data. Sehingga pada akhirnya nanti, desa atau kelurahan yang ada bisa menjadi produsen data yang andal serta memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pembangunannya,” ujar Nursiah. (kir/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO