BerandaBIMAJajaki Hilirasasi Unggas, Pemkab Bima Gandeng Kementan dan BUMN

Jajaki Hilirasasi Unggas, Pemkab Bima Gandeng Kementan dan BUMN

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Bima sedang menjajaki dan pembahasan dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan PT Danantara, untuk membuka peluang program hilirisasi peternakan unggas. Langkah ini sebagai upaya menghadirkan investasi dan pengembangan sistem peternakan unggas terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima H. Zainal Arifin, ST., MT., mengatakan komunikasi dengan Kementerian Pertania dan PT Danantara selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah dilakukan untuk mendorong realisasi program hilirasasi unggas di Kabupaten Bima.

Program itu berupa pembangunan pabrik pakan, pusat indukan ayam, pusat budidaya ayam dan rumah potong hewan unggas. Konsep yang ditawarkan adalah membangun sistem produksi unggas dalam satu kawasan terpadu. Seluruh rantai usaha diarahkan saling terhubung, guna meningkatkan efisiensi dan kepastian pasokan.

“Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk mendukung sistem produksi unggas dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan,” ujarnya.

Kabupaten Bima lanjutnya, dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan sektor tersebut. Ketersediaan lahan, produksi jagung sebagai bahan baku pakan, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor utama yang ditawarkan kepada investor.

Sebagai tindak lanjut kata dia, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi kawasan pengembangan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Tim Aset BPKAD serta Disnakertrans Kabupaten Bima, melakukan survei kelayakan terhadap lahan milik pemerintah daerah.

“Kami juga telah melakukan survei kelayakan di beberapa lokasi lahan milik pemerintah daerah yang memenuhi syarat,” tambahnya.

Lokasi yang disurvei berada di Kecamatan Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera. Kelima wilayah tersebut dinilai memenuhi kriteria untuk pengembangan kawasan peternakan unggas terpadu.

Hasil survei telah disampaikan kepada Bupati sebagai bahan pertimbangan penetapan lokasi. Pemerintah daerah selanjutnya akan menindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan bersama Kementerian Pertanian dan Danantara. “Program hilirisasi ini ditargetkan menjadi pengungkit pertumbuhan sektor peternakan unggas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” demikian kata dia. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO