Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mencerdaskan generasi muda. Kendati di tengah persoalan yang dialami Pemkab karena Bupati Lombok Barat LAZ tersandung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, Disarpus Lobar tetap eksis melaksanakan program untuk meningkatkan minat baca masyarakat Lobar.
Salah satu upaya yang dilakukan diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Perpustakaan yang melibatkan para guru serta perwakilan pemerintah desa se-Kabupaten Lombok Barat, yang digelar Selasa (21/7/2026). Kegiatan bimtek yang diikuti oleh sekitar 100 peserta terdiri dari 50 unsur guru dan 50 perwakilan desa tersebut bertujuan untuk memperkuat peran pembina literasi di tingkat akar rumput.
Melalui bimbingan ini, para pengelola perpustakaan dan pendidik diharapkan dapat lebih terarah dalam membimbing anak didik serta memicu minat baca masyarakat. Kepala Disarpus Kabupaten Lombok Barat H. Lalu Winengan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk mendekatkan akses bahan bacaan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Kami sebagai jajaran (OPD) tarus tetap berkerja, meskipun di tengah kondisi saat ini, tak menjadi penghalang kami terus bekerja. Tujuan kita adalah bagaimana meningkatkan minat baca anak-anak didik di Lombok Barat sekaligus menjadi salah satu upaya menekan angka putus sekolah. Kita ingin perpustakaan hidup di setiap desa agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh mengakses buku,” ujarnya.
Saat ini, dari total 119 desa di Kabupaten Lombok Barat, baru terdapat 27 desa yang telah memiliki perpustakaan desa. Pihak Disarpus menargetkan seluruh desa di Lombok Barat nantinya dapat menghadirkan perpustakaan desa secara mandiri. Target tersebut diharapkan dapat tuntas secara bertahap sebelum berakhirnya masa jabatan kepemimpinan daerah periode 2024–2029.
Selain memperkuat kapasitas SDM pembina, Disarpus Lobar juga tengah mengupayakan pengadaan koleksi buku baru untuk menopang kebutuhan literasi yang semakin meningkat. “Kita terus berkoordinasi dan memperjuangkan anggaran pengadaan buku, termasuk menjalin komunikasi dengan Komisi X DPR RI untuk menggaet alokasi dana hingga Rp2 miliar,” tegasnya.
Nantinya, penambahan koleksi buku tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Perpustakaan Daerah yang saat ini masih minim koleksi, tetapi juga akan didistribusikan ke perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa di wilayah Lombok Barat.
Melalui sinergisitas antara dinas, pihak desa, dan para pendidik, Disarpus Lobar optimistis gerakan literasi ini mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat. (her)

