Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) birokrasi melalui dua langkah strategis berupa peningkatan kompetensi aparatur perencana. Peningkatan kualitas SDM ini bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan penguatan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kerja sama antara Pemerintah Kota Bima dan Bappenas terkait peningkatan kapasitas tenaga fungsional perencana, serta ekspose implementasi manajemen talenta ASN di hadapan tim penilai BKN di Jakarta, Selasa (28/7) kemarin.
Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S. E., mengatakan, peningkatan kapasitas aparatur menjadi fondasi penting dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, kualitas perencanaan sangat ditentukan oleh kompetensi SDM yang menyusunnya.
“Kerja sama ini untuk terus meningkatkan kompetensi aparatur perencana di Kota Bima. Dengan SDM yang semakin berkualitas, kita optimistis mampu menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada hasil demi percepatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Rahman menegaskan, aparatur perencana tidak cukup hanya memahami regulasi. Mereka juga dituntut mampu menyusun perencanaan berbasis data dan menjawab kebutuhan riil masyarakat agar program pembangunan benar-benar memberi dampak.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bima Muhammad Fakhrunraji menyampaikan bahwa penguatan manajemen talenta menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Menurutnya, sistem tersebut bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membangun kepemimpinan birokrasi yang berkelanjutan.
“Bagi Pemerintah Kota Bima, manajemen talenta bukan sekadar memenuhi amanat regulasi, melainkan menjadi instrumen strategis dalam membangun kepemimpinan birokrasi yang berkelanjutan,” tegasnya saat memaparkan implementasi manajemen talenta di hadapan BKN.
Ia menjelaskan, pemetaan kompetensi dan potensi ASN, penyusunan talent pool, pengembangan kapasitas, hingga penyiapan kader pemimpin birokrasi, proses promosi, mutasi, dan rotasi jabatan diharapkan berlangsung secara objektif, transparan, kompetitif, dan akuntabel.
“Melalui pemetaan kompetensi dan potensi ASN, penyusunan talent pool, pengembangan kapasitas, hingga penyiapan kader pemimpin birokrasi, diharapkan setiap proses promosi, mutasi, dan rotasi jabatan dapat berlangsung secara objektif, transparan, kompetitif, dan akuntabel,” jelasnya.
Ekspose manajemen talenta merupakan bagian dari mekanisme pembinaan dan evaluasi BKN terhadap implementasi sistem merit di instansi pemerintah. Melalui forum tersebut, BKN menilai kebijakan, tata kelola, serta instrumen manajemen talenta yang diterapkan, sekaligus memberikan masukan untuk penyempurnaan pelaksanaannya.
Di sisi lain, kerja sama dengan Bappenas difokuskan pada pembinaan dan peningkatan kapasitas tenaga fungsional perencana. Pemerintah Kota Bima berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga lebih terarah, terukur, serta selaras dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (hir)

