Mataram (Suara NTB) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mendorong Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal memimpin KONI NTB. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Pendopo Gubernur NTB pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurutnya, pemilihan Gubernur menjadi Ketua KONI menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB-NTT Tahun 2028 akan lebih memudahkan penyelenggaraan agenda olahraga nasional tersebut. Sebab, Gubernur sebagai pimpinan mampu mengambil kebijakan.
“Kalau Gubernur maju sebagai Ketua KONI, kita semua harus mendukung. Harus mendukung. Beliau adalah pejabat tertinggi di provinsi ini. Kalau pejabat tertinggi mencalonkan sebagai Ketua KONI, kita harus dukung penuh,” ujarnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, PON sebagai multi event olahraga nasional harus dipimpin oleh pejabat tertinggi. Di tambah lagi, Gubernur sekarang telah ditunjuk sebagai Pengurus Besar (PB) PON. Dengan menjadikan Gubernur sebagai Ketua KONI dan PB PON dinilai akan lebih memudahkan perhelatan olahraga tersebut karena pengambilan kebijakan akan lebih efisien.
“Karena begini, kita melihat, PON itu kan multi event olahraga nasional empat tahunan yang besar. Kita harus mendukung bersama,” lanjutnya.
Berdasarkan peraturan, sambungnya pemilihan Gubernur sebagai Ketua KONI tidak melanggar hukum apapun. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang berlaku saat ini, gubernur atau pejabat publik lainnya diperbolehkan menjadi pengurus atau ketua umum KONI.
Mantan Ketua KONI NTT sekaligus Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, Josef Adreanus Nae Soi, mengatakan pemilihan Gubernur sebagai Ketua KONI jauh lebih realistis untuk menuju PON 2028. Ia tidak menampik jika jauh lebih ideal apabila Gubernur dan Ketua KONI merupakan orang yang berbeda. Namun, jika berpikir realistis, Gubernur merangkap jabatan sebagai PB PON dan Ketua KONI akan memuluskan jalannya PON.
“Makanya sekarang kita ambil dimensi fleksibilitas. Gubernur kita berikan sebagai Ketua KONI,” katanya.
Meski Gubernur didorong sebagai Ketua KONI, ia meminta Iqbal untuk tidak melupakan jasa Mori Hanafi, yang jabatannya sebagai Ketua KONI NTB akan segera berakhir. Apalagi, dirinya dan Mori sama-sama berjuang untuk menjadikan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON. (era)

