BerandaNTBLOMBOK TIMURHadirkan Empat Layanan Spesialis, RSUD Selaparang Lotim Disiapkan Naik Kelas

Hadirkan Empat Layanan Spesialis, RSUD Selaparang Lotim Disiapkan Naik Kelas

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) tengah mempersiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selaparang untuk meningkatkan status dan kelas layanan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di rumah sakit yang berada di wilayah utara Lombok Timur tersebut.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, kepada Suara NTB, kemarin mengatakan saat ini pihaknya masih memproses perubahan status RSUD Selaparang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


“Untuk Rumah Sakit Umum Selaparang, saat ini kita sedang proses yang statusnya menjadi BLUD dulu,” kata Lalu Aries Fahrozi.


Setelah proses BLUD, Pemkab Lotim berencana meningkatkan kelas RSUD Selaparang menjadi kelas D. Dengan peningkatan tersebut, layanan yang tersedia di rumah sakit diharapkan menjadi lebih luas dan lengkap.


Menurut Aries, konsekuensi dari peningkatan kelas rumah sakit adalah pemenuhan sumber daya manusia, terutama dokter spesialis. Sebab, rumah sakit kelas D harus mampu menyediakan empat layanan spesialis dasar.


“Dengan kelas D ini harus memiliki layanan spesialis dasar. Empat layanan spesialis dasar ini yang sedang kita coba terus laksanakan, agar kemudian bisa betul-betul nanti dioptimalkan layanan di Rumah Sakit Selaparang,” jelasnya.


Penguatan layanan dan sumber daya manusia tersebut juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Lotim untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien ke RSUD Selaparang. Dengan semakin lengkapnya layanan, masyarakat di wilayah utara Lombok Timur diharapkan memiliki alternatif rumah sakit yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.


Aries menyebut pengembangan RSUD Selaparang tidak hanya diarahkan pada peningkatan kelas, tetapi juga pada pengembangan layanan unggulan. Hal tersebut dinilai penting agar masing-masing rumah sakit di Lombok Timur memiliki kekhususan layanan yang berbeda.


“Ini juga bagian dari strategi dengan kita menaikkan kelas rumah sakit ini dengan melengkapi sumber daya manusianya, terutama layanan dokter spesialisnya. Harapan kita rujukan ke rumah sakit semakin meningkat,” ujarnya.


Ke depan, Dinas Kesehatan akan melakukan analisis untuk menentukan layanan unggulan yang paling sesuai dikembangkan di RSUD Selaparang. Penentuan tersebut akan dibahas bersama jajaran rumah sakit dan pimpinan daerah.


Aries menjelaskan, berdasarkan regulasi Kementerian Kesehatan, konsep rumah sakit khusus kini diarahkan menjadi rumah sakit umum yang memiliki layanan unggulan. Karena itu, sejumlah rumah sakit di Lombok Timur diharapkan tidak mengembangkan layanan unggulan yang sama, melainkan memiliki bidang layanan yang berbeda sehingga masyarakat dapat memilih rumah sakit sesuai kebutuhan.


“Tidak ada lagi rumah sakit khusus, yang ada adalah rumah sakit umum yang memiliki layanan unggulan,” katanya.


Ia menyebut terdapat sekitar 24 jenis layanan yang dapat dikembangkan menjadi layanan unggulan rumah sakit. Pilihannya cukup beragam, mulai dari layanan kesehatan jiwa, ibu dan anak, paru, hingga rehabilitasi narkoba dan berbagai layanan lainnya.


“Belum ditetapkan kalau Selaparang itu ke arah mana. Begitu juga Patuh Karya dan Labuhan Haji itu akan ke mana. Sampai saat ini memang belum secara spesifik,” ungkap Aries.


Pemkab Lotim nantinya akan berdiskusi dengan masing-masing direktur rumah sakit untuk menentukan arah pengembangan layanan unggulan. Dengan pembagian tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pilihan yang jelas ketika membutuhkan layanan kesehatan tertentu.


Sementara itu, RSUD dr. R. Soedjono Selong tetap diproyeksikan sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Lombok Timur. Rumah sakit tersebut juga diarahkan mengembangkan layanan unggulan dalam skema KJSU, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.


“Ke depan kita harapkan pengembangan rumah sakit mengarah ke sana, memiliki layanan unggulan,” pungkasnya.


Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun sistem rujukan yang lebih terarah di Lombok Timur. Dengan setiap rumah sakit memiliki layanan unggulan masing-masing, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang sesuai kebutuhan tanpa seluruh beban rujukan terpusat pada satu rumah sakit. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO