Taliwang (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menegaskan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk insan pers. Pemerintah dan pers perlu membangun kolaborasi yang kuat, namun tetap memberikan ruang bagi media untuk menjalankan fungsi kontrol.
“Urusan pembangunan ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi sesungguhnya merupakan urusan kita semua,” tegas Bupati Amar saat membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) III PWI Kabupaten Sumbawa Barat 2026, Kamis (20/8).
Bupati mengatakan media memiliki peran strategis dalam mensosialisasikan berbagai program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, PWI, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar informasi pembangunan dapat diterima masyarakat secara luas.
Meski mendorong kemitraan, Bupati menegaskan pemerintah tetap membutuhkan pers yang kritis. Fungsi kontrol publik dan kontrol sosial,justru penting sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. “Fungsi media sebagai ruang kontrol publik dan kontrol sosial ini tetap harus ada. Karena itu menjadi bahan kita juga melakukan evaluasi dalam perjalanan pemerintahan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi NTB Ahmad Ikliludin mengingatkan insan pers agar tidak kehilangan independensi meski memiliki hubungan kemitraan yang baik dengan pemerintah. Wartawan harus tetap kritis dengan mengedepankan kejujuran, objektivitas, data, verifikasi, dan etika jurnalistik.
“Kita boleh kritis, tetapi harus membangun. Kita boleh mengkritik pemerintah, bahkan harus kritis, tetapi harus tetap jujur, objektif, dan berdasarkan data,” tegas Ikliludin.
Ia mengapresiasi perkembangan PWI KSB, khususnya dalam peningkatan kompetensi wartawan dan pelaksanaan program organisasi. “Dan siapa pun yang terpilih dalam Konferkab ini harus didukung bersama demi menjaga persatuan dan keberlanjutan organisasi serta dapat melanjutkan hal-hal positif yang dijalankan pengurus sebelumnya,” sarannya.
Ketua PWI KSB Hairil W. Zakariah menambahkan, Konferkab III menjadi momentum pembaruan organisasi sekaligus evaluasi terhadap perjalanan PWI KSB. Pergantian kepengurusan diharapkan tidak mengurangi soliditas internal maupun kemitraan yang telah dibangun selama ini.
“Ke depan, saya berharap meskipun kepengurusan berganti, kita sebagai organisasi tetap solid dan tetap kompak, sehingga program-program dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Proses Konferkab III PWI KSB ini sendiri berlangsung lancar. Setelah melalui serangkaian mekanisme akhirnya forum menetapkan Hardoni sebagai Ketua PWI KSB periode 2026–2029 secara aklamasi.(bug)


