Kota Bima (Suara NTB) – Harga daging ayam boiler di Kota Bima melonjak. Kenaikan harga ini berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Perindustrian Perdagangan, H. Sodik, S. Sos., mengatakan kenaikan harga ayam dipengaruhi sedikitnya stok panen di tingkat peternak. Kondisi tersebut membuat pasokan ayam yang tersedia di pasar ikut berkurang.
“Untuk harga ayam per hari ini sudah Rp55 ribu per kilogram disebabkan stok panen di tingkat peternak sedikit,” sebutnya, Rabu (2/9).
Harga daging ayam sebelumnya Rp30 ribu-Rp35 ribu per kilogram. Dengan keterbatasan stok justru memicu kenaikan harga mencapai Rp50 ribu.
Fani, pedagang ayam di Kota Bima menuturkan, kenaikan harga tersebut mengakibatkan sebagian konsumen mengurangi jumlah pembelian. Pembeli yang awalnya membeli lima kilogram, kini sebagian membeli sekitar tiga sampai empat kilogram.
“Pembelinya tetap. Cuma kurang saja dari biasa, karena lagi naik jadi mereka kurangin jumlah yang dibeli,” kata Fani.
Pedagang ayam lainnya, Husein juga mengatakan jumlah pembelian konsumen berkurang. Menurut dia, pembeli mengurangi pembelian dari dua kilo menjadi satu kilogram per hari. “Yang biasanya beli dua kilogram, sekarang satu kilogram saja,” katanya.
Rendahnya daya beli masyarakat mengakibat pedagang mengurangi stok,karena khawatir ayam tidak habis terjual ketika jumlah pembelian masyarakat menurun.
“Kita sebagai pedagang juga terpaksa mengurangi stok karena takut tidak habis,” ujarnya. (hir)


