Dompu (Suara NTB) – Pembangunan sembilan titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026, dipastikan tetap berjalan atau tidak ada masalah. Persoalan lahan di Desa Malaju, Kecamatan Kilo serta ketersediaan air bersih di Desa Kawangko, Kecamatan Manggelewa dipastikan dapat diselesaikan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan Ruang Laut, Pesisir Pantai dan Pulau-Pulau Kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu, Bungadiyah Burairat menyampaikan pihaknya telah turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan persoalan yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan di Kantor Bupati Dompu. Dari hasil pengecekan tersebut, kontraktor menyatakan kesanggupannya untuk menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan.
“Setelah pergi ke lokasi dengan permasalahan yang dibahas dalam pertemuan di Kantor Bupati, pihak kontraktor menyanggupi mengatasi masalahnya. Seperti di Kawangko akan dicek titik mata airnya,” ungkap Bungadiyah dikonfirmasi pekan kemarin.
Persoalan di Desa Malaju, Kecamatan Kilo, kontraktor juga akan melakukan pendekatan dengan masyarakat. Sebelumnya, sejumlah warga mengklaim lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan KNMP tersebut. “Kontraktor merasa yakin mampu menyelesaikannya,” jelasnya.
Di Kabupaten Dompu, pembangunan sembilan titik KNMP tahun 2026 tersebar di sejumlah desa. Di Desa Kawangko, Kecamatan Manggelewa, proyek dengan nilai kontrak Rp2,4 miliar dikerjakan PT Daffa Buana Sakti.
Perusahaan yang sama juga mengerjakan pembangunan KNMP di Desa Jambu, Kecamatan Pajo, dengan nilai kontrak Rp2,7 miliar. Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, senilai Rp2,8 miliar serta Desa Karama, Kecamatan Kilo, senilai Rp2,3 miliar.
Sementara, pembangunan KNMP di Desa Malaju, Kecamatan Kilo, dengan nilai kontrak Rp7,2 miliar dikerjakan PT Masco Energi. Perusahaan tersebut juga mengerjakan KNMP di Desa Soro, Kecamatan Komodo senilai Rp2,7 miliar.
Tiga lokasi lainnya berada di Kecamatan Pekat, yakni Desa Nangamiro dan Desa Pekat dengan nilai kontrak masing-masing Rp2,6 miliar yang dikerjakan PT Lesindo. Perusahaan tersebut juga mengerjakan KNMP di Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, dengan nilai kontrak Rp2,5 miliar.
Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Dompu, H.Khairul Insyan, SE., MM., mengingatkan agar pembangunan KNMP tidak dikerjakan asal-asalan. Program tersebut merupakan salah satu program unggulan Presiden RI, H.Prabowo Subianto sehingga pembangunan sembilan titik KNMP di Dompu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, KNMP tidak boleh hanya menghasilkan bangunan dan fasilitas fisik. Program tersebut diharapkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Karena itu, persoalan air bersih di lokasi KNMP Desa Kawangko harus mendapat perhatian serius. Bahkan, pemerintah daerah mendorong agar kontraktor mencari alternatif lokasi sumber air. “Air bersih menjadi kebutuhan utama di KNMP. Ketika tidak ada air bersih, bangunan megah dan fasilitas lengkap tidak akan berfungsi,” tegasnya. (ula)



