Selong (Suara MTB) – Seorang arsitek asal Malang, Jawa Timur, berhasil keluar sebagai pemenang dalam sayembara desain gedung serbaguna Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kamawardhana Heksa Putra, dengan nomor peserta SDGS-LT-129, terpilih oleh dewan juri sebagai juara pertama dan diganjar hadiah uang tunai sebesar Rp150 juta.
Kompetisi yang digelar Pemkab Lotim ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan terbaik bagi pembangunan gedung MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang representatif. Gedung ini nantinya diharapkan mampu mendukung kegiatan pertemuan, pameran, konvensi, serta berbagai agenda berskala regional maupun nasional.
Posisi kedua dalam sayembara ini ditempati oleh Nabila Alamudin dengan nomor peserta SDGS-LT-114. Ia memperoleh hadiah sebesar Rp100 juta. Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Gregorius Supie Yolodi dengan nomor peserta SDGS-LT-014 yang berhak membawa pulang hadiah Rp75 juta.
Achmad Dewanto Hadi selaku dewan juri yang juga mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, menjelaskan bahwa proses sayembara telah melewati tahapan akhir seleksi. Setelah penentuan pemenang ini, tinggal menunggu keputusan Bupati Lotim H. Haerul Warisin yang memutuskan akan memilih rancangan yang mana dari tiga pemenang.
Tidak selamanya yang juara I kemudian terpilih otomatis. Kebijakan Bupati yang memilih kemudian siapa yang akan ditetapkan rancangannya untuk diteruskan dalam bentuk bangunan fisik gedung serbaguna.
“Pembangunan diharapkan dimulai akhir Oktober atau awal November. Setelah ini akan dilelang. Diharapkan pembangunan bisa segera dilaksanakan. Kandidat siapapun yang memenangkan dapat membantu menyusun detail sehingga pembangunan fisik bisa lebih sempurna,” ujar Achmad Dewanto Hadi.
Ia menambahkan bahwa Lotim sebagai daerah yang memiliki kapasitas dan kompetensi, selama ini belum memiliki fasilitas yang representatif. Gedung serbaguna ini nantinya bisa menjadi tempat beraktivitas masyarakat.
“Lokasi yang dibangun cukup representatif, dan rata-rata masyarakat menginginkan pembangunan. Di samping kebutuhan, ini menjadi inovasi daerah. Harapan ke depan bisa dikelola khusus oleh UPT,” imbuhnya.
Sayembara ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Lotim untuk memperoleh rancangan terbaik bagi pembangunan gedung MICE yang representatif. Melalui kompetisi ini, panitia berharap desain terpilih dapat menjadi acuan dalam pengembangan infrastruktur pendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kegiatan bisnis di Kabupaten Lotim.
Pembangunan gedung MICE tersebut direncanakan menelan anggaran sekitar Rp40 miliar. Fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang dapat meningkatkan daya saing daerah sebagai tujuan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event di masa mendatang. (rus)


