Giri Menang (Suara NTB) – SMPN 1 Narmada Lombok Barat (Lobar) membutuhkan tambahan Ruang Kelas Baru (RKB). Keterbatasan ruang kelas mengakibatkan banyak murid baru pada tahun jajaran 2026/2027 ini tidak bisa ditampung di sekolah tersebut.
Komite sekolah setempat telah mengusulkan agar SDN 1 Lembuak dan SDN 4 Lembuak dimerger agar gedung SDN 1 Lembuak itu dimanfaatkan menjadi ruang kelas bagi siswa SMPN 1 Narmada. Wakil Ketua Komite Sekokah, H. Sabirin mengatakan, banyak di antara peserta didik baru ini belum bisa tertampung di SMPN 1 Narmada, karena kendala keterbatasan ruang kelas.
“Untuk itu kamu sudah mengusulkan ke Dikbud tembusan ke pak Bupati untuk penambahan ruang kelas, karena sekolah kami kekurangan RKB,” kata Sabirin, Kamis (9/7/2026).
Kendala RKB ini telah disuarakan sejak tahun lalu ke pihak Dikbud Lobar, mengingat tingginya animo masyarakat menyekolahkan anaknya ke SMPN 1 Narmada. Terlebih kondisi SDN 1 Lembuak yang minim murid menjadi pertimbangan diusulkan untuk dimerger dengan SDN 4 Lembuak.
“Gedung SDN 1 Lembuak itu kami usulkan jadi ruang kelas SMPN 1 Narmada untuk menampung peserta didik,” harapnya.
Hal senada disampaikan Komite SMPN 1 Narmada, Lalu Satria Adriansyah, ST. Ia berharap agar gedung SDN 1 Lembuak yang minim murid dimerger dengan SDN 4 Lembuak, sehingga ruang kelas SDN 1 Lembuak ini menjadi solusi kekurangan ruang kelas SMPN 1 Narmada.
Pihaknya berharap agar merger ini dipercepat oleh Dikbud, sebab kekurangan RKB ini menjadi kendala dalam setiap SPMB. Seperti tahun ajaran ini, dari target kuota 450 murid baru, sementara pendaftar membeludak. Akibatnya ada siswa baru yang tak bisa ditampung.
Bahkan, ada beberapa siswa yang tidak mau sekolah karena tidak diterima di SMPN 1 Narmada akibat kekurangan RKB ini. Dengan adanya merger ini tentunya ke depan bisa menampung lebih banyak lagi siswa. Usulan merger sekolah ini pun telah diajukan setahun lalu melalui surat dan proposal ke Dikbud, diserahkan ke Kadis Dikbud. M Hendrayadi saat itu. Bahkan, tiga bulan lalu usulan kembali disampaikan ke Kadis Dikbud Lobar yang baru, Najamudin.
Kepala Desa Dasan Tereng Purwanto mengatakan proses SPMB tahun ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan Dikbud. Dari beberapa jalur pendaftaran siswa baru, baik
domilisi, prestasi, mutasi, dan afirmasi diminta diatur kembali agar memperhatikan warga setempat. Pihaknya mengaku kekurangan RKB menjadi salah satu kendala, sehingga pihak desa pun mendukung usulan merger dua SD di daerah itu menjadi solusi keterbatasan RKB di SMPN 1 Narmada. Bahkan beberapa desa juga berharap agar merger sekolah itu direalisasikan.
“Kami mendukung penuh, harusnya kami berharap tahun ini bisa terlaksana (merger) untuk bisa dipakai SMPN 1 Narmada,” harap dia.
Ketua Dewan Pendidikan Lobar, Dr. M. Akhyar Fadli, mengatakan pihaknya mendukung merger sekolah yang tidak anak muridnya. “Kita dukung merger sekolah minim muridnya,” katanya.
Terkait usulan merger dua SDN ini telah diusulkan komite dan sekokah ke Dikbud, tinggal menunggu persetujuan dari Bupati. Untuk sementara, pihak sekolah sudah mengusulkan peminjaman tiga ruang kelas SDN 1 Lembuak untuk ditempati siswa SMPN 1 Narmada.
Ia juga berharap ke depan konsep sekolah unggul perlu diformulasikan. Sebagai sekolah favorit seperti SMPN 1 Narmada perlu memperbanyak kuota jalur prestasi, sebab saat ini jalur domilisi 50 persen. “Kalau sebagai sekolah favorit, jalur prestasi lebih ditonjolkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Narmada Aendi, S.Pd., mengapresiasi animo warga menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Narmada. Hanya saja, pihaknya tidak bisa mengakomodir semua pendaftar, karena dibatasi oleh petunjuk teknis dan aturan. Sekolah itu diberikan kuota 450 peserta didik baru. “Kuota kami 450 Siswa dengan 10 Rombel,” jelasnya.
Masing-masing Rombel berisi 45 anak, jumlah yang sangat maksimal. Sementara, ketersediaan ruang kelas diakui menjadi kendalan sehingga sejak tahun lalu sudah diusulkan agar SDN 1 Lembuak dimerger dengan SDN 4 Lembuak. Jarak sekolah ini sangat dekat hanya dibatasi tembok, sementara siswa yang ada di dua di SDN ini tidak maksimal.
“Kami usulkan ke dinas tahun lalu, supaya sekolah ini bisa dimerger, supaya bisa kita tempati gedung itu (SDN),” pungkasnya. (her)

