Dompu (Suara NTB) – Dua jembatan di Desa Woko, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, yang ambruk diterjang banjir sekitar tujuh tahun lalu, akhirnya kembali dibangun dan dimanfaatkan oleh warga. Jembatan tersebut dibangun oleh TNI melalui program pembangunan infrastruktur yang digagas pemerintah pusat untuk membuka akses masyarakat di wilayah pelosok.
Salah satu jembatan yang dibangun adalah Jembatan Armco Garuda, yang menggunakan konstruksi lembaran baja bergelombang sebagai struktur saluran air sungai. Konstruksi ini dinilai lebih kokoh dan mampu mendukung mobilitas kendaraan, termasuk kendaraan yang mengangkut hasil pertanian masyarakat.
Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh Kodim 1614/Dompu selama dua bulan. Jembatan tersebut kemudian diresmikan oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., bersama Ketua DPRD Dompu Ir. Muttakun dan Dandim 1614/Dompu Letkol CZI Dedi Tri Sulistyo, SIP., melalui prosesi pemotongan pita pada, Rabu (2/9).

Bupati Dompu Bambang Firdaus dalam sambutannya menyampaikan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari cita-cita besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tidak ingin masyarakat kehilangan akses terhadap berbagai kebutuhan dasar kehidupan.
Akses tersebut mencakup pendidikan bagi anak-anak, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, interaksi sosial dan berbagai aktivitas kehidupan masyarakat lainnya. Karena itu, negara harus hadir termasuk di wilayah-wilayah terpencil. “Ini adalah bagian kecil dari program Bapak Prabowo di seluruh Indonesia. Dalam hal ini ditangani langsung oleh TNI,” katanya.
Selama jembatan tersebut terputus, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan berbagai aktivitas. Kondisi itu mengganggu akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian masyarakat.
“Maka hari ini tidak ada lagi alasan anak-anak kita tidak sekolah,karena terputusnya jembatan. Tidak boleh lagi ada alasan masyarakat sakit tidak dibawa ke fasilitas kesehatan hanya karena terputusnya jembatan. Tidak boleh lagi ada alasan hasil tani, baik padi, jagung maupun tembakau, tidak bisa diangkut hanya karena terputusnya jembatan,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum tersebut,agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. “Ini adalah jembatan harapan. Ini adalah jembatan kehidupan, urat nadi kehidupan yang hari ini kita sambungkan. Sehingga aktivitas ekonomi dan seluruh kehidupan masyarakat, alhamdulillah, akan berjalan normal seperti harapan kita bersama,” ajaknya.
Sementara itu, Dandim 1614/Dompu, Letkol CZI Dedi Tri Sulistyo mengatakan, jembatan tersebut menjadi simbol penghubung sekaligus bukti kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. Pembangunan jembatan merupakan salah satu wujud nyata pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah akses dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
Jembatan ini juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Para petani akan lebih mudah dan cepat mengangkut hasil pertaniannya untuk dipasarkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dandim mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut karena merupakan aset bersama yang harus dipelihara untuk kepentingan generasi mendatang. “Dengan menjaga infrastruktur ini, kita menunjukkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap daerah dan bangsa, khususnya Kabupaten Dompu,” katanya.(ula)



