BerandaNTBLOMBOK TENGAHBagonk, Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Loteng

Bagonk, Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Loteng

 

Praya (Suara NTB) – Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan enam ekor sapi sebagai hewan kurban bagi masyarakat NTB, khususnya Pulau Lombok saat IdulAdha. Salah satunya, sapi bernama Bagonk, milik peternak asal Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng). Sapi jenis simental tersebut memiliki bobot hampir satu ton dan dipersiapkan untuk warga Kota Mataram.


Ahmad Hisyam Saad, pemilik Hisyam Farm Desa Menemeng kepada Suara NTB, Selasa (19/5/2026), mengungkapkan Bagonk merupakan sapi dengan bobot paling berat di peternakanya. Dipelihara sejak setahun yang lalu, sapi hasil persilangan antara sapi luar dengan sapi Bali lokal tersebut awalnya hanya memiliki berat kurang dari 700 kilogram (kg) saat dibeli dari salah seorang peternak setempat. “Tapi saat ini beratnya sudah mencapai 980 kg,” sebutnya.


Ia menuturkan, terpilihnya Bagonk sebagai sapi kurban Presiden Prabowo bermula awal bulan kemarin. Saat itu Pemprov NTB tengah menggelar seleksi untuk mencari enam sapi kurban dengan bobot paling berat di Pulau Lombok sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Oleh Dinas Pertanian Loteng, Bagonk menjadi salah satu sapi yang direkomendasikan mengingat beratnya yang hampir satu ton.


Setelah dilakukan pengecekan kondisi kesehatan serta berat, dari sekian banyak sapi yang ikut seleksi Bagonk berada diposisi kelima sapi dengan bobot paling berat. Sehingga oleh Pemprov NTB kemudian direkomendasikan sebagai salah satu hewan kurban Presiden Prabowo di Pulau Lombok.


Dengan usia yang baru empat tahun, berat Bagonk sebenarnya masih bisa bertambah jika dilihat dari ciri-ciri fisik yang ada. Misalnya, kondisi kaki belakang yang masih tegak. Itu artinya, kakinya masih bisa menahan bobot yang lebih berat lagi. “Kita perkirakan beratnya bisa sampai 1,1 ton kalau dipelihara sampai setahun ke depan,” imbuhnya.


Bagonk sendiri merupakan satu dari 25 sapi eksotis yang dimiliki Hisyam Farm saat ini. Beberapa di antaranya memiliki bobot sampai 800 kg. “Kalau untuk sapi lokal, saat ini kita punya sekitar 300 ekor. Ditambah kambing sekitar 80 ekor. Tapi untuk sapi eksotis, kita punya ada 25 ekor,” ujarnya seraya menambahkan, harga jual Bagonk sudah disepakati di angka Rp110 juta.


Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) ini menjelaskan, dari sisi kesehatan Bagonk juga sudah lolos pemeriksaan dan dinyatakan sehat. Sehingga siap dan aman untuk dijadikan hewan kurban. Sebelum disembelih, tim dari Sekretariat Negara (Setneg) direncanakan juga untuk turun mengecek secara langsung kondisi sapi Bagonk.


Lebih lanjut Hisyam menambahkan, di tahun 2019 lalu sapi dari Hisyam Farm juga pernah dipilih sebagai salah satu hewan kurban Presiden Joko Widodo. Kala itu, sapi Hisyam Farm yang terpilih dengan jenis yang sama memiliki bobot hingga 1,2 ton. “Jadi ini bukan yang pertama sapi kita terpilih untuk hewan kurban Presiden. Di tahun 2019 juga pernah. Bahkan dengan bobot yang lebih berat,” tandasnya. (kir)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO