Taliwang (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyampaikan jadwal pendaftaran Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (Prima) tujuan Jepang. Program yang menyediakan kuota sebanyak 50 peserta itu akan membuka tahapan pendaftaran dan verifikasi mulai 1 Juli 2026 mendatang.
Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi mengatakan Program Prima merupakan kesempatan bagi generasi muda KSB yang berminat bekerja di Jepang untuk memperoleh pelatihan dan pendampingan secara gratis sebelum penempatan. “Pendaftaran dan verifikasi peserta akan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 1 sampai 30 Juli 2026. Setelah itu peserta yang lolos administrasi akan mengikuti tahapan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya, Selasa (9/6).
Ia menjelaskan, setelah tahapan pendaftaran dan verifikasi selesai, peserta akan mengikuti kegiatan edukasi dan pemberkasan pada 1–7 Agustus 2026. Tahapan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terkait program sekaligus melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
Selanjutnya, proses seleksi dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026. Pada tahap ini, panitia akan menilai kesiapan, motivasi, serta kesesuaian peserta untuk mengikuti program.
Peserta yang dinyatakan lolos kemudian akan mengikuti pra-pelatihan pada 10 Agustus 2026 sebagai bentuk pengarahan teknis sebelum memasuki pelatihan utama. Setelah itu, pelatihan dan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) akan dilaksanakan mulai 11 Agustus hingga 10 September 2026.
“Rangkaian program akan ditutup dengan pengukuhan dan pemanggilan peserta pada 17 sampai 20 September 2026 sebagai penetapan peserta yang siap mengikuti tahapan berikutnya,” papar Slamet.
Ia menambahkan, Program Prima merupakan inisiatif untuk meningkatkan kualitas dan kesiapan pekerja migran Indonesia ke Jepang melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas nonteknis seperti kesehatan mental, literasi keuangan, manajemen konflik, dan wawasan kebangsaan.
Untuk mengikuti program tersebut, peserta harus berusia 18–26 tahun, berpendidikan minimal SMA/SMK sederajat, sehat jasmani dan rohani, serta memenuhi sejumlah persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Selain mendapatkan pelatihan dan pendampingan tanpa biaya, peserta juga berpeluang memperoleh pekerjaan di Jepang dengan kisaran gaji sekitar 190 ribu yen atau setara Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. (bug)


