BerandaNTBKOTA MATARAMJangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

ANGGOTA DPRD Kota Mataram dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sandubaya, Herman, A.Md., menyoroti minimnya perhatian Pemkot Mataram, khususnya Dinas Pariwisata, terhadap pengembangan potensi objek wisata Giong Siu. Pemerintah diharapkan tidak membiarkan masyarakat berjuang sendiri dalam mengembangkan destinasi wisata yang berpotensi menjadi daya tarik baru bagi Kota Mataram.

Herman mengatakan, tingginya semangat masyarakat dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam memajukan objek wisata Giong Siu patut diapresiasi. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, baik melalui kebijakan, promosi maupun penganggaran.

“Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri. Masyarakat juga memiliki keterbatasan. Pemerintah seharusnya menjadi motor penggerak dalam memajukan daerahnya,” ujarnya kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Jumat (18/9).

Menuru Herman, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan perawatan fasilitas. Diperlukan keterlibatan pemerintah dalam mendorong aktivitas masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya agar potensi wisata dapat berkembang secara berkelanjutan.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, arah kebijakan pengembangan pariwisata Kota Mataram perlu dilakukan secara merata. Perhatian pemerintah dinilai masih terpusat pada sejumlah destinasi yang telah dikenal masyarakat, terutama di wilayah barat, seperti Pantai Bumi dan kawasan Ampenan.

Herman mengingatkan agar pemerintah tidak terpaku pada destinasi yang sudah berkembang, sementara potensi wisata di wilayah lain belum mendapatkan perhatian memadai.

“Jangan terpaku pada beberapa titik objek wisata saja. Arah kebijakan dan perhatian pemerintah harus merata di seluruh wilayah yang memiliki potensi,” tegasnya.

Ia menyebut, wilayah Sandubaya memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam, edukasi, hingga aktivitas luar ruang. Selain Gyeongju, kawasan Kali Jangkuk dan Selagalas juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Menurut Herman, Giong Siu berpotensi dikembangkan sebagai lokasi berkemah, wisata edukasi dan kegiatan outbound. Konsep tersebut dinilai relevan dengan kecenderungan masyarakat yang mulai mencari pengalaman wisata bernuansa alam.

Namun, potensi tersebut membutuhkan pemetaan yang jelas serta arah kebijakan yang terencana agar tidak terabaikan.

Herman juga mendorong Dinas Pariwisata untuk memperluas upaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Langkah pengajuan proposal kepada Kementerian Pariwisata, menurutnya, tidak seharusnya hanya dilakukan untuk destinasi tertentu, tetapi juga bagi objek wisata potensial lainnya, termasuk Giong Siu.

“Jangan sampai ketika masyarakat sudah berhasil mengembangkan objek wisata, baru pemerintah datang. Dari awal harus bersama-sama merintis, berproses dan memberikan perhatian,” katanya.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra ini berharap pemerintah memberikan dukungan sejak tahap awal pengembangan, sehingga masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama mendorong pertumbuhan destinasi wisata baru di Kota Mataram. (fit)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO