BerandaNTBLOMBOK BARATTruk Kelebihan Tonase Diduga Penyebab Kerusakan Jalan Lintas Narmada-Labuapi

Truk Kelebihan Tonase Diduga Penyebab Kerusakan Jalan Lintas Narmada-Labuapi

Giri Menang (Suara NTB) – Warga mengeluhkan kendaraan truk yang lalu lalang di jalur lintas Sembung dan Kecamatan Narmada menuju Bengkel Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Lantaran akibat kendaraan truk bermuatan melebihi tonase, diduga memicu kerusakan jalan yang baru beberapa tahun lalu dibangun.

Belum lagi dampak jalur itu rawan kecelakaan, akibat jalan rusak dan material seperti pasir dan tanah galian yang tercecer di jalan raya. Pantauan media, jalan di depan kantor Desa Sembung banyak dilewati kendaraan pengangkut pasir, bahan bangunan dan lainnya dari wilayah Mataram menuju Lombok Tengah, Lombok Timur, dan sebaliknya. Kendaraan ini bermuatan melebihi kapasitas, hingga muatannya melampaui bak kendaraan.

Sementara dari sisi kapasitas jalan, tidak memungkinkan jalur itu dilalui. Akibatnya, kondisi jalan ini mengalami kerusakan di banyak titik. Di Desa Merembu, jalan yang dibangun dua tahun lalu sudah rusak dan bergelombang. Kondisi jalan sempit, tapi dilalui kendaraan truk besar yang membahayakan pengendara. Jalan berlubang tampak ditambal menggunakan semen, tetapi itu justru menjadikan jalan bergelombang.

Kepala Desa Sembung, H. Ali Abdul Syahid menyampaikan keluhan warganya terkait aktivitas kendaraan truk yang melebihi tonase di jalur desanya menuju Merembu-Bengkel Kecamatan Labuapi tersebut. Diakui jalur itu memang ramai dilalui kendaraan truk bermuatan melebihi tonase,

“Jalan ini bukan alternatif tapi jalan alternatif utama kendaraan truk yang mengangkut muatan berat. Kami lihat bahkan beratnya dua kali lipat dari beban normal, sehingga ini yang menyebabkan jalan kami cepat rusak,” tegasnya,Rabu (8/7/2026).

Akibat kendaraan bermuatan melebihi tonase, akses jalan kabupaten itu cepat rusak, bergelombang. Bahkan, menurutnya hampir 50 persen jalan tersebut mengalami kerusakan. Terutama di depan kantor desanya, jembatan kecil nyaris jebol akibat tak kuat menahan beban muatan damtruk yang tiap hari melewati jalan itu.

“Apalagi jalan menuju Merembu dan Bengkel, kondisinya sudah rusak. Padahal itu jalan baru, belum dua tahun dibangun rusak akibat truk ini,” keluhnya.

Kirim Gambar Kerusakan Jalan ke Dishub Lobar

Pihaknya pun tak tinggal diam, ia beberapa kali mengirim surat, video dan foto kendaraan truk saat dam truk lalu lalang lewat jalur itu ke Pemkab dalam hal ini Dishub Lobar. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan dari Pemkab. Karena itu, pihaknya berharap agar OPD terkait turun melakukan turun melakukan pengecekan, penyetopan terhadap truk yang lewat.

Pasalnya, dampak negatif lain dialami warga akibat jalan rusak dan lalu lalang truk ini. Beberapa kali terjadi kecelakaan, menimpa kepala dusun dan petugas kesehatan di puskesmas Narmada ketika bertugas melalui jalan itu. Belum lagi warga yang jatuh, akibat melalui material pasir maupun tanah yang tercecer di jalan tersebut. “Kami atas nama masyarakat meminta agar Pemkab cepat turun,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishub Lobar, Ahmad Nazeer Haikal, S.STP., mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan warga yang disampaikan pihak desa tersebut. “Segera besok (Kamis (9/7)), kami turun cek ke sana,” katanya.

Pihaknya mengaku belum menerima surat dari pihak desa terikat kendaraan truk yang melebihi tonase melalui jalur tersebut. Ia memastikan, jika ada surat masuk dari desa maka pihaknya turun menindaklanjuti bersama pihak terkait. Pihaknya pun berterima kasih kepada desa yang telah memberikan informasi tersebut. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO