BerandaNTBKOTA MATARAMPerkuat Pencegahan DBD

Perkuat Pencegahan DBD

WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati, meminta Pemkot Mataram melalui dinas terkait memperkuat langkah pencegahan demam berdarah dengue (DBD) menyusul meningkatnya jumlah kasus yang hingga Juli 2026 telah mencapai 178 kasus. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai sehingga penanganan harus dilakukan secara lebih serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Mirdiati mengatakan, angka kasus yang masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun menjadi perhatian bersama. Ia berharap pemerintah mampu menekan laju penyebaran melalui berbagai upaya preventif sehingga jumlah penderita tidak terus meningkat.

“Kasusnya sudah mencapai 178 hingga bulan Juli. Kita berharap tentu tidak bertambah lagi sampai akhir tahun. Kalau bisa ditangani sejak dini melalui sosialisasi dan pencegahan, tentu akan jauh lebih baik,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Selasa (4/8).

Ia menilai edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan. Tidak hanya oleh tenaga kesehatan, tetapi juga melalui kader Posyandu, pemerintah kelurahan, kepala lingkungan, hingga ketua RT agar informasi mengenai pencegahan DBD dapat menjangkau seluruh warga.

Menurutnya, keterlibatan perangkat lingkungan menjadi faktor penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dengan demikian, upaya penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Selain sosialisasi, politisi Partai Gerindra ini meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lebih aktif turun ke lapangan, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kebersihan lingkungan rendah atau tergolong kumuh. Kawasan seperti itu dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Mirdiati juga mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membuang kaleng bekas dan barang-barang yang dapat menampung air sesuai anjuran dari petugas kesehatan. Saluran air yang terbuka maupun genangan air harus segera dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

Ia menegaskan budaya gotong royong harus terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya pencegahan. Menurutnya, kegiatan membersihkan lingkungan tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi lonjakan kasus DBD, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat.

“Gotong royong harus menjadi gaya hidup. Jangan menunggu ada kasus baru kemudian ramai-ramai membersihkan lingkungan. Kebersihan itu untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan anak-anak kita,” ujarnya.

Mirdiati juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging sebagai solusi utama penanganan DBD. Menurutnya, pengasapan hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sedangkan telur dan jentik nyamuk tetap dapat bertahan sehingga potensi munculnya kasus baru masih ada. (fit)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO